Banda Aceh, FR – Terkait ditangkapnya 4 orang imigran Rohingya dan 3 pelaku sebagai agen oleh Satuan Intelijen dan Keamanan (Satintelkam) Polres, di kapal Feri Aceh Hebat 2 di pelabuhan penyeberangan Balohan Sabang, ini holding statement dari PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia (Perser) yang dikirim ke media ini, Minggu (07/07/2024).
Dalam holding statement pihak PT ASDP Indonesi Ferry Cabang Banda Aceh mengonfirmasikan bahwa telah terjadi penangkapan terhadap 4 orang penumpang yang diduga pengungsi Rohingya dan 3 orang yang diduga membantu penumpang tersebut mendapatkan tiket, oleh tim Polres Sabang di KMP Aceh Hebat 2 pada Sabtu 06 Juli 2024 pukul 23.00 WIB yang akan berlayar dari Pelabuhan Balohan-Sabang menuju Banda Aceh.
Kronologis awal disampaikan bahwa KMP Aceh Hebat 2 yang beroperasi melayani rute Ulee Lheue (Banda Aceh) – Balohan (Sabang) pada Sabtu 06 Juli 2024 sesuai jadwal melakukan pemuatan penumpang dan kendaraan sekira pukul 22.30 WIB.
Proses pemuatan berjalan lancar. Namun, saat proses muat berlangsung ada permohonan dari anggota Polres Sabang untuk melakukan pengecekan penumpang diatas kapal karena berdasarkan informasi terdapat penumpang dari etnis Rohingya yang naik ke atas kapal.
Selanjutnya, aparat dari Polres Sabang mengamankan 4 orang penumpang imigran yang berada di ruang ekonomi Aceh Hebat 2, dan juga 3 orang yang membantu. Ketujuh orang tersebut telah diamankan ke kantor Polres Sabang.
ASDP Cabang Banda Aceh memastikan layanan KMP Aceh Hebat 2 tetap beroperasi normal. Sesaat setelah langkah pengamanan oleh Polres Sabang dan proses pemuatan selesai, kapal segera berangkat menuju Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh.
Terkait adanya pengamanan yang dilakukan oleh Polres Sabang terhadap penumpang Rohingya, pihak ASDP telah melakukan pemeriksaan internal dan telah menyampaikan klarifikasi bahwa ke-4 penumpang imigran tersebut mendapatkan tiket KMP Aceh Hebat 2 secara tidak resmi.
Tentunya pengendalian dan pengawasan mobilisasi pengungsi Rohingya ini menjadi tanggung jawab bersama yang melibatkan berbagai pihak seperti Pemda Sabang, Kepolisian, pelabuhan dan lain lain.
Dan untuk kedepannya, manajemen ASDP akan lebih memperkuat dan memperketat pengawasan dalam penjualan tiket penyeberangan.
Terima kasih. Demikian disampaikan oleh General Manager (GM) ASDP Cabang Banda Aceh, Rudy Hanafiah. (Red/jll)







