SABANG, FR – Setelah sebelumnya Sat Reskrim Polres Sabang mengamankan 6 orang pelaku pencuri kabel listrik pada pembangunan Rumah Sakit (RS) milik Pemerintah Kota Sabang, yang baru selesai dibangun di lokasi Lhok Igeuh, Gampong Ujong Kareung, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang.
Sat Reskrim Polres Sabang kembali menangkap 1 pelaku pencurian kabel listrik di Gedung Baru RSUD Kota Sabang.
Kapolres Sabang, AKBP Erwan SH MH, melalui Kasat Reskrim Polres Sabang, AKP Bukhari SH kepada wartawan mengatakan, Tim Unit Opsnal Sat Reskrim Polres Sabang, diback up Tim Opsnal Polsek Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar kembali menangkap 1 orang tersangka dengan inisial JU (52), tersangka tidak dapat berkutik saat dilakukan penangkapan., kata AKP Bukhari, SH, Rabu (24/07/2024) di Sabang.
AKP Bukhari menjelaskan, penangkapan tersangka dilakukan berdasarkan hasil pengembangan dari pelaku pencurian kabel yang ditangkap sebelumnya.
“Kami melakukan koordinasi penyelidikan dengan Polsek Kuta Baro, Polres Aceh Besar terhadap keberadaan tersangka, setelah memastikan keberadaan tersangka Tim Opsnal Polres Sabang, bekerja sama berkoodinasi dengan personel Polsek Kuta Baro Aceh Besar kemudian menangkap JU di salah sat bengkel tempat persembunyiannya di Gampong Cot Keueng, Kecamatan Kuta Baro Aceh Besar,” jelas Bukhari.
Tersangka JU sendiri merupakan warga Gampong Ie Meulee, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, yang diduga sebagai pelaku utama dalam sindikat pencurian kabel listrik di gedung baru RS itu. Tersangka JU kini diamankan di Mapolres Sabang untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.
“Jadi total yang kita amankan sudah 7 orang terkait kasus 363 ini dan kami akan terus mendalami keterlibatan mereka dan mengungkap jaringan pencurian kabel listrik ini,” ungkapnya.
Bukhari menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan menjaga lingkungan masing-masing, dan apabila ada hal-hal yang mencurigakan segera melaporkan ke pihak keamanan terdekat.
“Terima kasih atas kerjasama dan kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian, kami tidak bisa bekerja tanpa adanya dukungan dan bantuan masyarakat. Kekompakan adalah modal keamanan dan kenyamanan bagi kita semua,” ujar Bukhari.(Jalaluddin Zky)






