Sabang (MA) – Begitu mendengar kabar ada suara dentuman seolah-olah telah terjadi pesawat jatuh timTim Search And Rescue (SAR) Angkatan Udara Lanud Maimun Saleh Sabang, langsung terjun kelapangan untuk mengevakuasi korban. Hal tersebut dilakukan Tim SAR Lanud MUS Sabang pada latihan simulasi keselamatan bagi pesawat terbang yang mengalami kecelakaan.
Latihan tahunan yang digelar pada anggaran tahun 2024 tersebut sekaligus untuk menguji kemampuan personel Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) Lanud MUS Sabang, bagaimana teknik pencarian dan pertolongan bagi korban apabila terjadi kecelakaan pesawat jatuh di laut.
Latihan ini menceritakan seolah-olah telah terjadi kecelakaan pesawat yang terbang menuju Bandara Maimun Saleh Sabang, pesawat dengan Nomor Registrasi 9M-SAR saat kecelakaan membawa 4 orang penumpang, namun akibat sesuatu hal pesawat sebelum mendarat mengalami kecelakaan atau situasi darurat (engine fail).
Dengan kondisi tidak memungkinkan mendarat di bandara pihak pilot memutuskan untuk melakukan pendaratan darurat di laut (ditching). Saat perut pesawat menghantam permukaan air maka, disitulah terdengar dentuman keras membuat masyarakat terkejut dan melaporkan ke pihak Lanud MUS Sabang.

Begitu mendapat informasi dari masyarakat tentang suara dentuman di sekitar mereka kemudian Tim SAR juga menerima informasi dari petugas ATC bahwa pesawat Nomor Registrasi 9M-RAS mengalami gangguan komunikasi dan kemudian hilang kontak, Komandan Lanud Maimun Saleh, Letkol Pnb Irdhian Krisnayogi, SAP, memerintahkan Tim SAR Lanud Maimun Saleh untuk melakukan upaya pencarian sekaligus penyelamatan korban
Tim SAR dengan menggunakan drone dari Binpotdirga Lanud Maimun Saleh, menemukan titik jatuhnya pesawat dan berhasil diidentifikasi. Tim SAR Lanud MUS segera terjun ke lapangan dengan perlengkapan yang dibutuhkan. Atas ketangkasan dan kecepatan yang dilakukan Tim SAR Lanud MUS korban pun berhasil mengevakuasi seluruh korban, dimana 2 korban mengalami luka ringan, 1 korban luka berat, dan 1 penumpang meninggal dunia.
Usai memantau pelaksanaan latihan Komandan Lanud Maimun Saleh, Letkol Pnb Irdhian Krisnayogi, SAP mengatakan, latihan yang dilaksanakan itu bertujuan untuk mewujudkan personel SAR Lanud MUS yang profesional dan memiliki ketangkasan serta kecepatan dalam merespon suatu kejadian kecelakaan maupun bencana lainnya.
“Latihan simulasi ini dilaksanakan untuk terus mengasah ketangkasan dan kecepatan bertindak jika terjadi kecelakaan pesawat, sehingga personel SAR Lanud MUS Sabang ini selalu dalam sigap dan dalam posisi standby setiap waktu,” terang Letkol Pnb Irdhian Krisnayogi. (Red/Jll)








