Technical Delegate Aeromodelling PON XXI Aceh-Sumut Bangga Bisa Ikut PON di Lanud MUS Sabang

oleh
oleh
Arya Sidharta Technical Delegate Aeromodelling

Sabang, FR – Peserta olahraga khususnya Technical Delegate Aeromodelling mereka bangga bisa ikut serta pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut, yang dipertandingkan di Lanud Maimun Saleh (MUS) Sabang, masyarakat dan petugas keamanan sangat baik dalam memberi pelayanan.

Technical Delegate Aerosport Aeromodelling Arya Sidharta, kepada awak media mengatakan, pihaknya bersyukur dan terima kasih kepada masyarakat dan pihak keamanan terutama TNI AU Lanud MUS, dimana olahraga Aeromodelling diselenggarakan.

Mulai saat dilakukan upacara pembukaan lomba Aeromodelling pada PON XXI Aceh-Sumut yang digelar di Lanud MUS pada Rabu 11 September 2024 kemarin hingga hari berjalan dengan nyaman dan sangat baik., kata Arya, Kamis (12/09/2024).

Arya, mengungkapkan kebanggaannya atas keberhasilan penyelenggaraan tersebut, meski lomba sudah memasuki hari kedua, namun kegiatan pertandingan berjalan lancar dan penuh persaudaraan.

“Kami sangat bersyukur akhirnya bisa melaksanakan upacara pembukaan lomba aeromodelling PON XXI di Sabang, tepatnya di Lanud MUS. Walaupun hari pertama lomba sudah berlangsung kemarin di Stadion Sabang-Merauke, upacara pembukaan baru bisa dilaksanakan hari ini karena semua kebutuhan logistik tersedia di Lanud MUS,” jelas Arya.

Menurutnya, pada perlombaan hari ini, peserta bersaing dalam balapan dengan tantangan menyelesaikan 100 lap dalam babak penyesuaian dan 200 lap di babak final. Kecepatan dan keterampilan tak hanya menjadi kunci bagi para pilot, tetapi juga para mekanik yang harus mampu menangani dua kali pitstop untuk mengisi bahan bakar dan menyalakan kembali mesin pesawat.

“Kami tim mekanik juga harus sangat piawai mmenyalakan mesin yang masih panas setelah pengisian bahan bakar itu tidak mudah dan menjadi bagian penting dari perhitungan waktu,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa total terdapat 12 nomor lomba yang dibagi menjadi tiga kategori, yakni terbang bebas (tanpa kendali), terbang dengan tali (seperti lomba hari pertama dan kedua), dan terbang dengan kendali radio. Sebanyak 18 provinsi turut serta dalam kompetisi aeromodelling ini, dengan setiap nomor lomba memiliki jumlah peserta yang bervariasi dari masing-masing provinsi.

“Disini ada dua nomor khusus untuk putri, dua nomor khusus untuk putra, dan sisanya terbuka untuk diikuti oleh baik putra maupun putri, bahkan dalam kelas beregu bisa campuran,” terangnya.

Arya juga memberikan pujian terhadap fasilitas lapangan F2C di Lanud Maimun Saleh. Ia merasa senang karena fasilitas ini sangat mendukung jalannya perlombaan. Menurutnya, aeromodelling tak membutuhkan banyak persiapan lapangan, hanya butuh area tanah yang luas. Namun, kondisi angin di Sabang yang dekat dengan laut menjadi perhatian utama.

Atas pelaksanaan olahraga ini Arya, mengapresiasi saran Pj Wali Kota Sabang yang mengusulkan agar fasilitas yang ada bisa terus dimanfaatkan untuk membina atlet dan menggelar event internasional. Lokasi Sabang yang dekat dengan negara-negara seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand membuatnya berpotensi menarik peserta luar negeri untuk ikut serta.

“Kami bisa memanfaatkan kedekatan geografis ini agar mereka bisa datang ke Sabang, sekaligus berwisata dan berlomba di sini,” sebut Arya.

Arya berharap dapat terus membina para atlet aeromodelling di Aceh, khususnya Sabang, agar lebih berkembang. Ia juga menyoroti pentingnya aspek fisik dalam olahraga ini, karena tak hanya melibatkan kendali jarak jauh, tetapi juga penerbangan dengan tali yang menguras tenaga.

“Aeromodelling bukan hanya soal kecakapan teknis, tetapi juga fisik yang prima. Pengalaman saya sendiri, terakhir terbang sampai muntah karena terus berputar seperti di kapal laut. Jadi, pengetahuan tentang aerodinamika, fisika, dan matematika sangat diperlukan, di samping fisik yang kuat,” pungkasnya.

Harapan kita semua kedepan komunikasi dengan pemerintah setempat dapat terus berlanjut untuk memastikan terselenggaranya event-event aeromodelling lainnya di masa mendatang, serta memastikan sarana yang sudah ada tetap terpelihara dengan baik.

“Kita berharap kegiatan di Sabang bisa semakin semarak, terutama di bidang aeromodelling, dan fasilitas yang ada tetap terjaga untuk digunakan di event-event internasional berikutnya,” harapnya. (Pa’de).

No More Posts Available.

No more pages to load.