Sabang, FR – Pemerintah Kota Pemko Sabang bersyukur atas kepercayaan menjadi tuan rumah sebagai lokasi pertandingan tiga Cabang Olahraga (Cabor), pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut., demikian disampaikan Pj Wali Kota Sabang Andri Nourman, AP, M.Si kepada wartawan, Ahad (15/09/2024).
Andri Nourman menjelaskan, Kota Sabang dipercaya untuk diselenggarakan tiga cabang olahraga, yaitu korfball, aeromodelling, dan selam laut. Ini menjadi kebanggaan bagi kita semua mengingat pelaksanaan PON belum tentu dapat sepuluh tahun dapat digelar di Aceh., ujar Andri.
Andri menambahkan, untuk dua Cabor sedang berlangsung pertandingannya, sampai hari ini mudah-mudahan untuk pelaksanaan pertandingan sesuai dengan schedule dan sudah ada beberapa medali yang sudah selesai diberikan kepada masing-masing juara.
Sedangkan untuk perlombaan selam laut sendiri baru akan diperlombakan pada Senin tanggal 16 September 2024 di laut dermaga Container Terminal 1 (CT 1) milik Badan Pengusahaan Kawasan Sabang BPKS.
“Bagi Sabang sendiri, tentu ini berawal dari penyiapan venue dan segala macam kalau untuk persiapan venue, dari 3 Cabor telah disiapkan ada 4 venue untuk pelaksanaan lomba, yakni venue untuk aeromodelling ada 2 titik yaitu di Lanud Maimun Saleh, di Stadion Sabang Merauke, kemudian untuk Korfball itu ada di Gedung Olahraga (GOR) Merah Putih, sedangkan untuk selam laut di CT 1 BPKS,” terangnya.
Khusus Cabor selam laut ini, karena memang venuenya di laut, tentu ini berkah dari yang Maha kuasa memberikan kepada kita alam yang cukup bagus, sehingga untuk venue laut tidak perlu persiapan yang terlalu banyak seperti venue-venue yang lainnya, hanya menyiapkan beberapa dukungan saja.
“Artinya, untuk selam laut tidak ada bangunan gedung segala macam yang harus dipersiapkan, hanya pelabuhan atau semacam ponton yang disiapkan oleh PB PON, dan kemudian menutup beberapa fasilitas umum di darat yang juga bukan sifatnya permanen” imbuhnya.
Sampai sejauh ini lanjut Andri, mudah-mudahan walaupun ada, tapi Alhamdulillah bisa diselesaikan bersama sehingga baik atlet, official dan semua yang terlibat dalam penyelenggaraan PON XXI Aceh-Sumut ini dapat tertuntaskan bersama dengan baik.
“Pun begitu karena Sabang merupakan sebuah pulau maka, sejauh ini faktor yang sangat berpengaruh terhadap cuaca yaitu aeromodelling, jika hujan dan angin harus berhenti sejenak, tapi setelah itu lomba tetap bisa dilanjutkan. Artinya, sejauh ini masih dianggap masih dalam batas kewajaran,” tuturnya.
Yang diinginkan Pemerintah dan masyarakat Sabang pasca PON XXI Aceh-sumut untuk Sabang adakah bagaimana para pengunjung dan peserta PON dapat menceritakan tentang keindahan dan kemajemukan daerah ini ke daerahnya masing-masing.
Selain itu, Pemko Sabang beharap, mudah-mudahan apa saja yang sudah disiapkan baik itu venue, kemudian peralatan-peralatan pendukung, tentu kami atas nama pemerintah daerah dan juga masyarakat sangat mengharapkan semua itu nantinya dihibah atau dilimpahkan kepada kita yang ada di daerah.
Sehingga kedepan kita bisa menggunakan fasilitas tersebut untuk pengembangan olahraga ini lebih lanjut, sehingga cabor-cabor yang sebenarnya sudah ada mungkin masa-masa Belanda dulu seperti korfball itu ternyata di Indonesia itu memang sudah ada dari awal penjajahan dulu, tapi kita baru tahu hari ini bahwa Cabor tersebut sudah ada sejak dahulu kala.
“Jadi, itu sesuatu yang luar biasa menurut kami sehingga bisa menarik anak-anak kita, jadi nanti yang memang bisa kita berikan pembinaan kepada mereka,” harap Pj Wali Kota.
Lebih lanjut dikatakan, tidak menutup kemungkinan suatu hari akan lahir atlet-atlet dari Sabang, yang mungkin bisa mengukir prestasi lebih baik di tingkat regional, nasional, bahkan internasional.
“Aeromodelling ini, walaupun olahraga yang menurut masyarakat Sabang, masih kategori olahraga yang mewah atau agak mahal, tapi ada beberapa nomor cabor aeromodeling yang dapat dikembangkan dengan cost yang tidak terlalu mahal, kami kira anak-anak kita mahasiswa di Sabang ini, bisa membuat atau menerbangkannya, tapi kalau mereka hari ini tidak melihat secara langsung mungkin tidak termotivasi untuk itu,” sebutnya.
Terkait pesan yang selalu digaungkan sebelum PON adalah sukses prestasi sukses ekonomi rakyat, jika di Sabang barometernya kapal penyeberangan itu full kemudian penginapan dan kendaraan rental terpakai habis.
“Kalau kapal full artinya banyak pendatang dari luar yang hadir ke kota Sabang dan tentu itu membawa berkah bagi masyarakat secara luas, karena memang Sabang ini sebagai salah satu destinasi wisata di republik ini tanpa kehadiran masyarakat dari luar tentu ekonomi dari sisi pariwisata kurang berjalan.
Namun, dengan adanya event-event seperti ini, baik itu kegiatan nasional dilaksanakan di Sabang, ataupun di Aceh tentunya sampai sejauh ini Alhamdulillah membawa berkah dan sangat berdampak terhadap perekonomian masyarakat Sabang., tutupnya. (Pa’de)






