SABANG, FR – Tim Korfball asal tanah Sunda harus puas pada posisi kedua dengan meraih perak Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut. Tim Korfball Jawa Barat meraih perak secara Hat-Trick di lapangan Gedung Olahraga (GOR) Merah Putih, Gampong Ujong Kareung, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, pada Ahad (15/09/2024).
Tim Korfball tanah Pasundan Jawa Barat harus puas dengan medali perak untuk ketiga kalinya dalam Cabang Olahraga (Cabor) Korfball PON XXI Aceh-Sumut.
Peralihan juara dua memperpanjang rekor perak bagi Tim Korfball kota dingin ini setelah gagal di tiga kategori berbeda, yaitu K4-2Korf, K4-1Korf, dan K8.
Pada kategori K4-2Korf, Jawa Barat harus mengakui keunggulan tim Aceh dengan skor 9-6. Selanjutnya, di kategori K4-1Korf, tim DKI Jakarta berhasil menaklukkan Jawa Barat di final dengan skor telak 9-2.
Kekalahan ketiga didapati dari kategori K8, di mana DKI Jakarta kembali menumbangkan Jawa Barat dengan skor 16-10.
Manager Jawa Barat, Herry Muliadi, kepada media mengatakan, sesungguhnya anak didiknya telah berjuang semaksimal mungkin dalam setiap pertandingan.
“Anak-anak sudah mengerahkan kemampuan terbaik mereka, namun pada akhirnya takdir yang menentukan hasilnya,” kata Herry usai menerima piala perak di GOR Merah Putih, Sabang.
Walaupun gagal meraih emas, Herry tetap bersyukur atas tiga medali perak yang diperoleh dalam kategori K4-2Korf, K4-1Korf, dan K8. Ia juga menyinggung soal fasilitas di GOR yang sangat memadai, meskipun ada satu kekurangan yang menjadi perhatian, yaitu atap yang bocor saat hujan deras.
“Fasilitas di GOR ini sangat bagus dan mendukung, tapi ada sedikit masalah dengan atap yang bocor sehingga lapangan menjadi basah saat hujan,” ujar Herry.
Ia juga menuturkan persiapan kedepan, akan fokus pada pembinaan bibit muda untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di tahun 2026.
“Kami akan mencari talenta muda karena beberapa pemain saat ini sudah mendekati batas usia dan akan digantikan dengan generasi baru,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama Pelatih tim Jawa Barat, Apriandi Sinaga, mengakui keunggulan DKI Jakarta dalam hal kelengkapan posisi pemain.
“DKI Jakarta memiliki formasi pemain yang lebih lengkap, dan itu menjadi salah satu faktor kekalahan kami,” sebut Apriandi.
Ditegaskannya tim Jawa Barat akan melakukan evaluasi menyeluruh dengan target meraih emas pada PON berikutnya.
“PON ini menjadi pelajaran berharga bagi kami, dan kami akan melakukan evaluasi penuh untuk mencapai target emas di masa depan,” tegas Apriandi. (Pa’de)







