Lhokseumawe|Forumrakyat.co.id — Pemuda Kota Lhokseumawe dikejutkan oleh hadirnya nama Haji Zarkasyi dalam kontestasi Pilkada 2024 sebagai calon Wakil Walikota.
Namun, bukan janjinya yang ramah dan penuh harapan yang menjadi sorotan, melainkan rekam jejak kelamnya sebagai mantan narapidana kasus korupsi.
Seorang tokoh pemuda Lhokseumawe, Teuku Ikhlas, secara tegas mengingatkan masyarakat untuk berpikir lebih jauh sebelum menentukan pilihan.
“Haji Zarkasyi mungkin membawa janji-janji perubahan, namun apakah kita bisa melupakan masa lalunya yang gelap? Kasus korupsi yang pernah menyeretnya dalam proyek pembangunan jalan di Aceh Tamiang, dengan kerugian negara mencapai Rp 3,6 miliar, adalah luka besar bagi kita semua,” ungkap Teuku Ikhlas dalam wawancaranya yang penuh ketegasan.
Lebih lanjut, Ikhlas menekankan pentingnya masyarakat memahami bahwa integritas tidak bisa dikompromikan, terlebih dalam memilih pemimpin.
“Kehadiran Haji Zarkasyi dalam kontestasi ini menimbulkan pertanyaan besar: bagaimana mungkin seorang yang pernah tersandung kasus korupsi bisa dipercaya untuk membawa perubahan positif bagi Lhokseumawe? Apakah kita benar-benar ingin menyerahkan masa depan kota ini kepada seseorang yang telah mencoreng kepercayaan publik di masa lalu?” tambahnya.
Kita semua tahu bahwa, sesuai dengan undang-undang Pilkada, PKPU, serta putusan Mahkamah Konstitusi (MK), seorang calon legislatif yang pernah tersandung kasus korupsi diwajibkan secara sukarela memberitahukan status tersebut. Namun, apakah itu cukup untuk menghapus noda hitam dari masa lalunya?
“Kami, sebagai pemuda yang peduli akan masa depan Lhokseumawe, merasa terpanggil untuk menjaga nama baik kota ini. Tidak cukup hanya dengan janji-janji manis, kita butuh pemimpin yang bersih, yang rekam jejaknya tidak diragukan. Lhokseumawe pantas dipimpin oleh seseorang yang benar-benar berkomitmen untuk perubahan yang nyata, bukan oleh mantan koruptor yang mencemarkan nama baik daerahnya sendiri,” lanjut Ikhlas dengan nada penuh kritik.
Di akhir wawancaranya, Teuku Ikhlas menegaskan pentingnya masyarakat bersikap tegas dalam memilih pemimpin.
“Ini adalah momen krusial. Masa depan kota kita tidak boleh dipertaruhkan. Kita butuh pemimpin yang tak hanya cerdas dan berwawasan, tetapi juga memiliki integritas. Jangan biarkan masa depan Lhokseumawe dicemarkan oleh kepentingan sesaat. Saatnya kita bersikap tegas!” tutupnya dengan penuh keyakinan.
Dengan janji-janji yang bertebaran di panggung politik, apakah masyarakat Lhokseumawe akan termakan oleh retorika Haji Zarkasyi? Atau, mereka akan memilih dengan bijak, menjaga kota ini dari pemimpin yang membawa bayang-bayang masa lalu yang kelam?








