Pesona Wisata Pidie: Fenomena Lingkok Kuwieng Persinggahan Istimewa Para Petani

oleh
oleh
Wisata alam Lingkok Kuwieng di Pidie .| (Foto net)

Forumrakyat.co.id  – Segelintir kisah di balik temuan wisata alam Lingkok Kuwieng. Ternyata, lokasi yang berada di pedalaman Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie, ini berawal dari tempat istirahat kalangan petani yang ingin berladang ke sawah.

Sebab, masa itu ladang milik petani jauh ke atas bukit. Sehingga untuk menghilangkan rasa lelah, merekapun menghela nafas sejenak di Lingkok Kuwieng. Setelah itu kembali melanjutkan perjalanan untuk mencari nafkah di tanah air. 

Begitu pula saat kaum petani ini pulang dari ladangnya. Mereka terkadang mandi, membasuh tubuh yang kemudian baru pulang ke rumahnya masing-masing. Lambat laun ternyata Lingkok Kuwieng jadi perbincangan setelah sejumlah pengunjung datang ke lokasi tersebut. 

Malah sekarang tengah viral di dunia maya. Penuh keajaiban yang disebut juga ‘Grand Canyon’-nya Indonesia khususnya Provinsi Aceh. Diketahui, Grand Canyon adalah sebuah ngarai yang terbentuk dari erosi aliran sungai Colorado di Arizona, Amerika. Dan tidak perlu jauh-jauh ke Amerika untuk menikmatinya. 

Cukup datang ke Pidie, tepatnya di Lingkok Kuwieng, semuanya sudah terbayar. Sebenarnya dari literasi yang didapat, dulu nama persinggahan petani itu bukanlah Lingkok Kuwieng. Menurut penduduk setempat, lokasi ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu dan dikenal dengan nama Uruek Meuh, yang berarti “lubang emas” karena diyakini mengandung biji emas. 

Nama Angkop Kuwieng juga sering digunakan. Karena “Angkop” berarti rawa, dan “Kuwieng” Merujuk pada aliran sungai yang bengkok. Menyikapi akan fenomena Lingkok Kuwieng itu pun diakui Afandi. Pengunjung yang datang dari Banda Aceh ini mengaku kagum setelah melihat langsung Lingkok Kuwieng. 

“Sangat fenomenal. Tak salah jika lokasi ini viral di media sosial. Setelah saya sampai, saya sangat takjub. Walau perjalanan cukup jauh tapi semua lelah langsung terbayarkan,” ungkap Fandi, Jumat 4 Oktober 2024.  

Lingkok Kuwieng.

Tak pelak, sesampainya di lokasi, Fandi langsung menceburkan diri untuk menikmati jernihnya air ala Grand Canyon di Aceh ini. Memang tak mudah saat menuju lokasi Lingkok Kuwieng ini. Para wisatawan terlebih dahulu menempuh perjalanan sekitar dua jam dari Kota Banda Aceh menuju ke Kecamatan Padang Tiji. 

Tiba di pasar Padang Tiji, yang tepat di pinggir jalan raya lintas Banda Aceh-Medan, harus menyiapkan bekal makanan atau minuman sebelum menuju ke Lingkok Kuwieng. Bekal ini wajib ada, karena lokasi tersebut jauh dari pemukiman dan sulit menemukan warung makanan. 

Untuk tiba di lokasi, wisatawan harus menempuh perjalanan sekitar 20 kilometer menuju Desa Pulo Hagu, Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie. Sepanjang perjalanan akan melewati desa dan rumah-rumah penduduk yang membelah rimbunan hutan. 

Ke lokasi hanya dapat ditempuh dengan menggunakan sepeda motor. Setelah sampai di Desa Pulo Hagu, juga harus memarkirkan sepeda motor di kebun warga. Namun, sebelum ke lokasi, pengunjung juga harus melapor ke warga desa setempat. Dengan perjalanan jalan kaki sekitar 20 menit melewati hutan, barulah sampai di lokasi tujuan yakni Lingkok Kuwieng. 

“Rasanya tak sia-sia dengan perjalanan jauh tapi semuanya dapat dinikmati dan berakhir bahagia. Saya rasa Lingkok Kuwieng ini sangat berbeda dengan wisata alam lainnya. Karena ini sungguh fenomenal, dan kami mengucapkan terima kasih kepada petani yang telah menemukan wisata pemandian alam nan menakjubkan ini ,” sahut Diansyah bersama Fandi. 

Suasana sejuk dan nyaman akan menyambut para wisatawan saat sampai di Lingkok Kuwieng. Pengunjung bisa berenang di air terjun di antara batu-batu besar, menikmati sensasi pijatan air terjun, dan melompat dari tebing untuk merasakan adrenalin. 

Lingkok Kuwieng menjanjikan pengalaman tak terlupakan bagi siapa saja yang mengunjunginya. Pemandangan grand canyon yang menakjubkan tersaji di depan mata, dengan tebing terjal yang dipahat alami dan air jernih yang mengalir di antara bebatuan besar. (***) 

No More Posts Available.

No more pages to load.