Forumrakyat.co.id – Bunga Celosia tumbuh dan berada di dataran tinggi Tangse, Kabupaten Pidie. Bunga ini tak cuma menyejukkan hati tapi juga sangat bermanfaat bagi pengobatan. Dari sejumlah literasi menyebutkan bahwa bunga Celosia bermanfaat untuk menghentikan perdarahan.
Seperti pada batuk darah, muntah darah, mimisan, dan wasir berdarah. Bunga ini mengandung minyak lemak, kaempferitrin, amaranthin, pinitol. Sedangkan pada daun terdapat saponin, flavonoida, dan polifenol.
Kini, tak cuma negeri Jepang yang memiliki keindahan bunga Sakura, tapi juga di Indonesia. Ya, salah satunya di Tangse, Kabupaten Pidie ini. Disebutkan pula Celosia adalah genus kecil tanaman yang dapat dimakan dan hias dalam keluarga bayam, Amaranthaceae.
Spesiesnya umumnya dikenal sebagai bunga api-api atau, jika kepala bunganya jambul karena fasia, atau jengger ayam. Tanaman ini terkenal di dataran tinggi Afrika Timur dan digunakan dengan nama Swahili.
Celosia mudah tumbuh dari biji, dan tanaman mudanya mudah diperoleh di tempat pembibitan, pusat tanaman, dan toko pada musim semi. Serbaguna, celosia tumbuh di hampir semua jenis tanah, bahkan tanah liat yang berat – asalkan terkena sinar matahari penuh.
Bunga celosia memiliki bentuk yang unik dan berwarna cerah dan lembut. Bunga celosia memiliki tiga jenis utama, yaitu plumosa, cristata, dan spicata. Memang, ada sebagian jenis bunga ini yang mengeluarkan aroma semerbak. Dan begitu pula saat berkunjung ke Taman Bunga di Tangse.
Harum semerbak seketika memancar tatkala menjejakkan kaki di sana. Destinasi taman bunga ini terletak di Desa Genie, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie. Untuk menuju kesana membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit dari perkotaan.
Sepanjang jalan pengunjung melewati perkampungan terlebih dahulu sebelum di sapa oleh perbukitan indah di sepanjang perjalanan. Untuk masuk ke sana pengunjung cukup membayar Rp10.000 bagi dewasa dan anak-anak hanya Rp5.000.
Walaupun terik panas matahari tepat berada di atas kepala, akan terbayar dengan pukauan pesona baru objek wisata Pidie. Begitu pula yang dirasakan Puspa, warga Medan ini. Perempuan dua putri tersebut sengaja datang ke Taman Bunga Tangse untuk menikmati keindahan sang ciptaan Allah SWT.
“Tempat ini sangat bagus, cantik untuk berswafoto, apalagi bersama keluarga,” lirih wanita berhijab tersebut. Puspa bersama suaminya, Bima awalnya berangkat dari Medan mengendarai mobilnya. Setelah sampai di Banda Aceh, mereka ingin berwisata ke Kabupaten Pidie, tepatnya ke Taman Bunga Tangse.

“Dan saya baca beberapa literasi bahwa bunga Celosia sangat bermanfaat untuk kehidupan. Setelah saya sampai di sini, saya sangat takjub, saya harap pengelola taman bunga ini lebih diperhatikan oleh pemerintah setempat,” ujar Puspa di akhir pekan kemarin.
Informasi diperoleh bahwa Taman Bunga Tangse ini didirikan oleh T Manyak yang merupakan warga Duson Geunie, Gampong Lhok Keutapang, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie.
Kabarnya lagi, dia mendapat inspirasi dari media sosial dan berdiskusi dengan teman-temannya. Setelah menimbang-nimbang prospek usaha tersebut, T Manyak akhirnya memutuskan untuk membangun taman yang terletak tepat di pinggir jalan tersebut. Taman itu akhirnya dibuka untuk pengunjung pada Juni 2019.
Sedangkan Rani yang juga berkunjung ke sana mengaku membawa keluarganya ke Taman Bunga Tangse untuk mencari suasana baru wisata di Kabupaten Pidie. Sebab, menurut Rani, di Kabupaten Pidie sungguh banyak lokasi wisata yang menarik namun tak seindah di Taman Bunga Tangse ini.
“Taman bunga ini sungguh sensasional. Siapa pun wajib berkunjung ke sini dan spotnya sangat indah, di atas perbukitan, dengan uang masuk yang sangat normal. Dan taman bunga ini bisa jadi taman edukasi bagi anak-anak kita untuk mengenal lebih jauh apa itu bunga Celosia,” tandasnya. (***)








