Banda Aceh|ForumRakyat.co.id – Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Luwa Nanggroe, Teuku Emi Syamsyumi atau yang akrab disapa Abu Salam, mengapresiasi langkah responsif dan terbuka Kodam Iskandar Muda dalam menindaklanjuti berbagai masukan dari masyarakat terkait tugas dan tanggung jawab institusi TNI AD di Aceh.
Menurut Abu Salam, sikap proaktif yang ditunjukkan oleh Kodam Iskandar Muda menjadi bukti komitmen TNI dalam menjaga kepercayaan publik dan memperkuat hubungan yang harmonis antara institusi negara dan rakyat.
“Kami sangat menghargai respons cepat Kodam Iskandar Muda dalam menyikapi berbagai dinamika yang ada di lapangan. Ini menunjukkan bahwa TNI AD, khususnya Kodam IM, tidak hanya profesional, tetapi juga terbuka terhadap kritik konstruktif untuk perbaikan bersama,” ujar Abu Salam dalam keterangannya, Selasa (01/01/2025).
Ia menambahkan, langkah korektif yang dilakukan menunjukkan bahwa Kodam Iskandar Muda memahami pentingnya membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat demi menjaga stabilitas dan kedamaian di Aceh.
“Kejadian seperti ini seharusnya menjadi pengingat bagi semua pihak untuk tetap menjaga sinergi. TNI dan masyarakat harus berdiri bersama untuk menciptakan suasana yang kondusif di Aceh,” tambahnya.
Jaga MoU Helsinki sebagai Pilar Kedamaian
Abu Salam juga menyinggung pentingnya menjaga nilai-nilai yang terkandung dalam Nota Kesepahaman (MoU) Helsinki yang menjadi landasan perdamaian di Aceh.
Ia mengingatkan bahwa komitmen terhadap MoU ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga masyarakat.
“MoU Helsinki adalah warisan yang harus kita rawat bersama. Kedamaian di Aceh tidak boleh goyah hanya karena perbedaan pendapat atau insiden kecil. Kita harus menjadikan ini sebagai landasan kokoh untuk membangun Aceh yang lebih baik,” tegasnya.
Lebih jauh, Abu Salam mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung penuh TNI AD dalam menjalankan tugasnya sebagai penjaga kedaulatan negara, sembari tetap menghormati kearifan lokal yang ada di Aceh.
“Saya berharap masyarakat tidak memanfaatkan insiden atau dinamika apa pun untuk merusak citra TNI. Sebaliknya, mari kita jadikan ini sebagai momen untuk memperkuat kerja sama demi Aceh yang damai dan maju,” katanya.
Harmoni TNI dan Masyarakat
Kodam Iskandar Muda sendiri telah memastikan bahwa evaluasi berkelanjutan menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap TNI AD.
Langkah ini mendapat apresiasi luas dari berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat di Aceh.
Abu Salam menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga harmonisasi dan mempererat sinergi antara TNI dan rakyat.
“Kedamaian di Aceh adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan saling mendukung, saya yakin kita bisa mempertahankan harmoni yang telah terbangun selama ini, sekaligus memperkokoh perdamaian yang telah diperjuangkan bersama,” tutupnya.
Respons cepat dan transparansi yang ditunjukkan Kodam Iskandar Muda diharapkan dapat semakin memperkokoh hubungan yang baik antara TNI dan masyarakat, serta menjadi contoh bagi institusi lainnya dalam menjaga kepercayaan publik.







