Sabang, FR – Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) selaku lembaga pengelola pelabuhan penyeberangan Balohan, Kecamatan Sukajaya, Kota, Sabang, dengan cepat mengambil langkah mengatasi kebutuhan air bersih akibat gangguan penyuplaian.
Kepala BPKS Iskandar Zulkarnain dikonfirmasi media ini mengatakan, kekurangan air bersih di pelabuhan Balohan Sabang itu akibat sumur pompa air terjadi kerusakan selama 6 hari, pun begitu kami telah berupaya untuk mengajukan pemasangan instalasi kepada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Aneuk Laot, Kota Sabang.
Pekerjaan pipalisasi untuk jalur kawasan Balohan sendiri masih terkendala dikarenakan instalasi penyeluran air PDAM Tirta Aneuk Laot untuk kawasan Balohan belum dilakukan serahterima pekerjaan dari Balai Pekerjaan Umum., kata Iskandar Zulkarnain, kepada media ini melalui layanan WhatsApp, Minggu (26/01/2025).
Namun demikian lanjut kata Iskandar Zulkarnain, sejak pompa air sumur rusak BPKS tidak diam saja bahkan terus melakukan berbagai upaya termasuk menyuplai air menggunakan truk tengki.
“Persoalannya dikarenakan ada kerusakan di sumur pompa sehingga air bersih tidak dapat tersalurkan dengan baik, ditambah lagi kini sedang libur panjang sehingga lonjakan pengunjung ke Sabang membludak tentu kebutuhan air bersih juga jauh lebih besar dari biasanya,” ungkap Iskandar Zulkarnain.
Hal yang sama juga disampaikan Koordinator Pelabuhan Balohan, Ir. Fauzi Daud menurutnya kondisi kebutuhan air sudah teratasi setelah dilakukan mengerahkan tim tanggap darurat dan mendatangkan truk tangki air untuk memenuhi kebutuhan air bersih di kawasan pelabuhan Balohan.
“Kami terus memonitor keadaan di pelabuhan Balohan Sabang, dan begitu dapat informasi mengenai kurangnya penyuplaian air bersih, tim tanggap darurat langsung diterjunkan. Kami mendatangkan dengan cara mendatangkan truk tangki air untuk memenuhi kebutuhan air kapal roro ataupun kapal cepat dan kamar mandi serta toilet di arena pelabuhan Balohan Sabang,” jelas putra Pulau Aceh ini.
Fauzi menambahkan, pihaknya telah mengerahkan petugas dan mobil tangki untuk mengatasi kekurangan suplai air, terutama di tengah lonjakan wisatawan yang datang ke Sabang.
Pastinya tutur mantan anggota dewan Aceh Besar ini pihaknya berkomitmen melayani penumpang sebaik mungkin, agar tidak mengganggu kenyamanan bagi wisatawan yang berkunjung ke Sabang.
“Kesulitan air bersih akibat adanya kerusakan pada ppa sumur sudah kita atasi sejak seminggu lalu, perharinya disupplai sekitar 10 mobil tangki, lebih kurang ada sekitar 60-70 kubik air yang kita suplai dan mobil damkar yang ada di pelabuhan ikut mengangkut air,” terang pejabat yang gaul ini. (Penulis/Jalal)







