Sabang, FR – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sabang menggelar program Jaksa Menyapa melalui Radio Republik Indonesia (RRI) FM 9.40 Mega High Kota Sabang, dengan tema “Upaya Pencegahan Perbuatan Asusila di Wilayah Hukum Kejaksaan Negeri Sabang.
Kejari Sabang pada hari Rabu, tanggal 05 Februari 2025 pukul 09.00 WIB, menggelar program “Jaksa Menyapa” bertempat di RRI Sabang, dengan tema “Upaya
Pencegahan Perbuatan Asusila Di Wilayah Hukum Kejaksaan Negeri Sabang”.
Yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut adalah Plt. Kasi Intelijen Kejari Sabang Vebriyan Gusti Pradana, SH. dan Komandan Wilayatul Hisbah Kota Sabang Tgk. Adizulfikar serta di pandu oleh Presenter RRI Sabang Razie Arda.
Plt. Kasi Intel Kejari Sabang Vebriyan Gusti Pradana, SH menyampaikan bahwa sebagai bagian dari penegak hukum, Kejaksaan Negeri Sabang akan menindak tegas para pelaku zina maupun tindak pidana asusila lainnya tanpa ragu.
Hal ini menjadi perhatian khusus pimpinan Kejaksaan, karena data yang diterima menunjukkan peningkatan kasus. Selain penindakan tegas, Kejaksaan juga melakukan upaya sosialisasi pencegahan melalui program intelijen seperti jaksa menyapa dan Jaksa Masuk Sekolah (JMS).
“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak terjerumus dalam perbuatan asusila yang mana perbuatan tersebut selain dikutuk secara agama dan melanggar Syariat Islam yang diberlakukan di bumi Aceh.
Plt. Kasi Intel Kejari Sabang Vebriyan Gusti Pradana, SH juga berpesan kepada masyarakat Kota Sabang maupun warga luar Sabang, yang ingin berkunjung ke Kota Sabang agar tetap menjaga sikap dan mentaati peraturan-peraturan yang berlaku., harapnya.
Sementara itu, Komandan WH Kota Sabang Tgk. Adizulfikar menambahkan, pihaknya akan senantiasa melakukan
pengawasan dan pembinaan terhadap setiap orang yang diduga melakukan pelanggaran serta terus
berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri Sabang maupun Polres Sabang terkait pelaksanaan dan
penegakan syariat Islam di Kota Sabang.
“Mari bersama-sama menghindarkan diri dari berbagai hal negatif, jaga moral sebagai rakyat Aceh yang dikenal taat agama. Tunjukkan kearifan lokal orang Aceh,” tuturnya. (Penulis/Jalal)






