ACEH UTARA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 161 Universitas Malikussaleh (Unimal) menggelar pelatihan pembuatan sabun ramah lingkungan di Gampong Ampeh, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara, pada Senin (03/02/2025).
Pelatihan ini tak hanya bertujuan mengurangi ketergantungan warga terhadap produk pabrikan, tetapi juga membuka peluang usaha berbasis bahan lokal.
Di tengah harga kebutuhan rumah tangga yang terus naik, mahasiswa KKN 161 melihat celah untuk berbagi keterampilan sederhana yang bernilai ekonomi tinggi.
Pelatihan ini mengajarkan warga bagaimana membuat sabun cair menggunakan bahan seperti minyak Texaphon, garam, dan pewangi yang mudah ditemukan di pasaran.
“Kami ingin warga tidak hanya sekadar pengguna, tetapi juga bisa menjadi produsen. Dengan membuat sabun sendiri, mereka bisa menghemat biaya sekaligus menciptakan peluang usaha,” ujar Siddik Darmawan, salah satu anggota KKN 161.
Dari Dapur ke Peluang Bisnis
Kegiatan yang berlangsung di meunasah desa ini disambut antusias oleh warga, terutama ibu-ibu rumah tangga.
Mereka mengikuti setiap tahapan, mulai dari pencampuran bahan hingga proses pengemasan. Beberapa warga bahkan langsung tertarik untuk menjual hasil produksinya.
“Biasanya kami beli sabun di pasar, tapi setelah pelatihan ini, saya jadi tahu cara buat sendiri dengan bahan lebih murah dan tetap berkualitas,” kata Mutia, salah satu peserta.
Pelatihan ini juga mendapat apresiasi dari Kepala Desa Ampeh, Abdul Jabar.
Ia menilai program mahasiswa KKN 161 ini sangat bermanfaat karena memberikan keterampilan yang aplikatif bagi masyarakat.
“Kami mendukung penuh kegiatan ini. Semoga pelatihan ini bisa berkelanjutan dan menjadi awal dari usaha mandiri warga,” ujarnya.
Inovasi Kecil, Dampak Besar
Tak sekadar pelatihan teknis, mahasiswa KKN juga menekankan pentingnya penggunaan bahan ramah lingkungan dalam proses produksi sabun.
Dengan formulasi yang lebih sederhana dan tanpa bahan kimia berbahaya, produk ini lebih aman bagi kulit dan lingkungan.
“Selain murah, sabun ini juga lebih sehat karena tidak mengandung zat tambahan yang bisa merusak kulit atau mencemari air,” jelas Siddik.
Para mahasiswa berharap keterampilan ini dapat terus dikembangkan oleh warga Ampeh sehingga lahir wirausaha-wirausaha baru di sektor industri rumahan.
Dengan modal kecil, pembuatan sabun bisa menjadi langkah awal kemandirian ekonomi desa.
Inisiatif mahasiswa KKN 161 ini menjadi bukti bahwa inovasi sederhana, jika dikelola dengan baik, dapat memberi dampak besar bagi masyarakat.







