Sabang, FR – Penjabat (Pj) Wali Kota Sabang bersama Komandan Korem 012/TU dan Komandan Kodim 0112/Sabang beserta pajabat Forkopimda membuka kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Gampong Jaboi, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, Rabu (19/02/2025).
TMMD yang dilaksanakan Kodim 0112/Sabang merupakan program yang difokuskan pada pembangunan infrastruktur, termasuk jalan sepanjang 700 meter serta pembangunan sumur bor untuk meningkatkan akses air bersih bagi masyarakat, penanaman pohon termasuk kegiatan sosial lainnya
Pj Wali Kota Sabang, Andri Nourman, AP, M.Si dalam sambutannya mengatakan, program ini dilaksanakan dalam rangka mensejahterakan masyarakat, terutama di Gampong Jaboi, yang selama ini masih mengalami keterbatasan akses terhadap air bersih.
“Kami berharap program dalam pelaksanaan TMMD ini termasuk pembangunan sumur bor dapat menemukan titik air yang tepat sehingga masyarakat Jaboi dan sekitarnya bisa memanfaatkannya secara maksimal, kemudian pembangunan jalan ini juga sangat penting untuk akses bagi masyarakat petani sehingga dapat meningkatkan ekonomi dari sisi pertanian,” harap Andri Nourman.
Andri menjelaskan, pembangunan jalan diharapkan mampu membuka akses menuju perkebunan masyarakat, sehingga memperlancar mobilitas warga dan meningkatkan perekonomian lokal terutama hasil pertanian.
“Kegiatan ini merupakan hasil perencanaan bersama antara pemerintah daerah, DPRK, serta pihak TNI, guna memastikan bahwa program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Pj Wali Kota mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga dan merawat hasil pembangunan tersebut, agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang dan menjadi pembangunan yang berguna bagi masyarakat
“Kami sangat berharap masyarakat dapat menjaga keberlanjutan dan keberlangsungan manfaat dari pelaksanaan kegiatan ini,” pintanya
Pada kesempatan yang sama Komandan Korem 012/Teuku Umar, Kolonel Inf Benny Rahadian yang didampingi Dandim 0112 Sabang, Letkol Kav Edi Purwanto menyebut, program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) merupakan bagian dari program kerja TNI Angkatan Darat yang dilaksanakan serentak di berbagai daerah di Indonesia. Namun, tidak semua Kodim mendapat kesempatan melaksanakannya secara bersamaan. Sabang menjadi salah satu wilayah yang dipercaya untuk menggelar TMMD ke-123 tahun ini.
“Seperti yang disebutkan Pak Wali tadi, Jadi, bukan hanya keinginan dari pihak Kodim atau TNI saja, tetapi merupakan usulan yang telah kita diskusikan bersama dengan pihak Pemda dan DPRK sebelum diputuskan,” terangnya.
Danrem menegaskan, TMMD ini melibatkan banyak pihak, tidak hanya TNI Angkatan Darat, tetapi juga unsur dari TNI Angkatan Laut (Lanal), TNI Angkatan Udara (AU), Polri, masyarakat, serta beberapa organisasi masyarakat. Hal ini mencerminkan sinergi dalam membangun daerah untuk kesejahteraan masyarakat.

Dari segi pendanaan, Kolonel Benny menuturkan bahwa anggaran TMMD bersumber dari berbagai pihak salah satunya adalah anggaran dari Pemerintah Kota (Pemko) Sabang
“Anggaran untuk prajurit, uang makan, dan uang saku berasal dari TNI, sedangkan dana untuk pembangunan infrastruktur didukung oleh pemerintah daerah. Inilah bentuk nyata kerja sama antara TNI dan Pemda dalam membangun wilayah Sabang,” katanya.
Kolonel Benny juga menerangkan, bahwa TMMD merupakan program tahunan yang sasarannya selalu berubah sesuai dengan kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah.
“Sabang sendiri memiliki beberapa kecamatan, dan setiap tahun kita akan mengkaji wilayah mana yang paling membutuhkan pembangunan. Semua usulan dari masyarakat akan kita bahas dan diskusikan dengan Pemda sebelum ditetapkan sebagai sasaran TMMD berikutnya,” tutup Danrem. (Penulis Jalal)









