Forumrakyat.co.id|Aceh Besar – Senja di Gampong Paya Tieng, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, merekam jejak kebersamaan yang mengakar.
Di halaman Meunasah, aroma kuah beulangong mengepul dari 16 belanga besar, menandai perayaan Khanduri Tamat Daroh, Sabtu (22/03/2025).
Tak sekadar acara tahunan, kenduri ini adalah sulaman rasa syukur dan silaturahmi.
Warga berkumpul, bergotong royong, meracik rempah, dan mengaduk kuah berempah yang kelak dinikmati bersama.
Momentum ini juga bertepatan dengan buka puasa bersama, mempertemukan wajah-wajah penuh ketulusan dari berbagai gampong sekitar.
“Alhamdulillah, acara ini berjalan lancar. Kebersamaan yang kita jalin hari ini semoga terus bersemi,” ujar Keuchik Gampong Paya Tieng, Zainal Abidin, dengan mata berbinar.
Baginya, Khanduri Tamat Daroh bukan sekadar perjamuan, melainkan warisan yang merawat harmoni, menyatukan hati dalam keberkahan Ramadan.
Di tanah Serambi Mekkah, Khanduri Tamat Daroh Al-Qur’an telah lama menjadi tradisi.
Bukan hanya merayakan capaian dalam mengaji, tetapi juga menegaskan pentingnya membumikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Rahmat, Sekretaris Keuchik Gampong Paya Tieng, menegaskan komitmen warga untuk terus melestarikan tradisi ini.
“Kita ingin anak-anak gampong tumbuh dengan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Khanduri ini bukan hanya ritual, tapi juga syiar yang menghidupkan cahaya keimanan di hati generasi muda,” katanya.
Matahari perlahan rebah ke ufuk, azan Magrib berkumandang.
Doa-doa dipanjatkan, tangan-tangan menengadah, sebelum akhirnya sendok dan tangan meraih hidangan yang tersaji.
Dalam suap demi suap, terselip makna mendalam—tentang syukur, tentang kebersamaan, dan tentang harapan agar tradisi ini tetap lestari dari generasi ke generasi.






