Tim SAR Berhasil Selamatkan Nelayan Sabang Yang Hanyut Terbawa Arus

oleh
oleh
Tim SAR bersama personel TNI AL dan Polairud saat menyelamatkan dua nelayan yang hanyut.

Sabang, Fr  – Badan Search And Rescue Nasional (Basarnas) yang dibantu TNI, Polairrud san nelayan berhasil menyelamatkan seorang nelayan warga Gampong Kuta Ateuh, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang Budi Saputra (33), pada Kamis (01/05/2025) kemarin.

Yang bersangkutan dilaporkan hanyut sejauh 16 mil dari bibir pantai Kota Sabang, saat sedang melaut mencari ikan, bersama rekannya Fahmi (18), dalam satu boat bermesin tempel (boat teb-teb).

Ketua Nelayan Teupin Kuta Ateuh, Azrur Azwar kepada wartawan mengatakan, awal informasi didapat saat Budi masih sempat mengirim kabar melalui pesan singkat handphone miliknya sebelum hilang sinyal. Setelah menerima kabar darurat tersebut, ia langsung berupaya menghubungi seluruh jaringan nelayan dan tim penyelamat.

“Saya juga turun langsung ke laut demi menyusul korban yang semakin jauh terbawa arus ke arah barat perairan Sabang. Dia sempat bilang mesin mati dan minta tolong, terakhir sinyalnya tinggal dua titik sebelum akhirnya hilang total,” kata Azrur, Kamis (01/05/2025).

Pada kesempatan yant sama Kepala Basarnas Sabang, Adrian Helmi menjelaskan, pihaknya langsung melakukan proses evakuasi dimulai sekitar pukul 16.00 WIB usai menerima laporan dari masyarakat. Evakuasi awak bot berlangsung lancar, meski sempat terkendala pada bagian bot, namun prosesnya terbantu oleh nelayan sekitar yang turut menarik bot ke tempat aman.

“Kita bergerak cepat pukul 16.05 WIB tadi bersama enam personil menggunakan satu armada langsung ke titik koordinat yang terakhir di share oleh warga. Kemudian pukul 18.00 WIB, Alhamdulillah ketemu walaupun sedikit bergeser dari titik terakhir yang di terima dan langsung kami evakuasi, lalu tiba di dermaga merah putih pukul 19.30 WIB,” jelas Adrian.

Ia menambahkan keberhasilan evakuasi tak lepas dari koordinasi yang baik antara nelayan lokal, tim SAR, TNI AL, dan Polairud. Setelah evakuasi selesai, Budi dan keponakannya telah dibawa pulang ke rumah mereka di Kuta Ateuh dan mendapat perawatan dari pihak keluarga serta warga sekitar.

Adrian Helmi mengimbau agar nelayan Sabang selalu memastikan kondisi mesin dan alat komunikasi dalam keadaan baik sebelum melaut. Ia juga mengingatkan agar tidak menyepelekan cuaca, memastikan kesiapan perahu, serta selalu menginformasikan lokasi keberadaan jika terjadi masalah di laut., ujarnya. (Pa’DJ)

No More Posts Available.

No more pages to load.