Sabang, FR- Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Sabang, tidak akan memberi ampun bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja dilingkungan Pemerintahan Kota (Pemko) Sabang. Bahkan berkomitmen dalam mendukung penuh program pemberantasan narkoba yang dijalankan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN).
Dukungan tersebut sebagai wujud upaya pembinaan dan pengawasan terhadap ASN, dari bahaya penyakit dari kedekatan dengan penggunaan obat-obatan terlarang terutama narkoba. Sangat disayangkan dimana tidak sedikit ASN yang dipecat akibat terpengaruh barang haram itu.
Sekretaris BKPSDM Kota Sabang, Toibah Rusli, S.Kom dikonfirmasi media dia mengatakan pihaknya rutin memberikan orientasi kepada ASN dan P3K baru. Salah satu materinya adalah penyuluhan dan pembekalan dari BNN Kota Sabang terkait bahaya narkoba.
“Dalam setiap orientasi kami selalu menghadirkan instansi terkait, termasuk BNN, untuk memberikan penyuluhan serta melakukan tes urine. Ini bagian dari komitmen kami menciptakan lingkungan ASN yang bersih dari narkoba,” kata Awi nama sapaan Toibah Rusli, Senin (26/05/2025).
Selain orientasi, BKPSDM juga melakukan tes urine secara acak di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Langkah ini dinilai efektif untuk mendeteksi dini serta mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan pegawai.
Awi mengungkapkan, tes acak terakhir dilakukan kepada 150 pegawai dari Satuan Polisi Pamongpraja (Satpol-PP) dan Badan Penanggalangan Bencana Daerah (BPBD), dan semuanya dinyatakan negatif narkoba. Hal ini menunjukkan bahwa pembinaan dan pengawasan berjalan dengan baik,” ungkapnya.
BKPSDM juga tidak akan mentolerir ASN yang terbukti terlibat penyalahgunaan narkoba. Sanksi yang diberikan mulai dari pembinaan internal hingga proses hukum jika terbukti sebagai pengguna aktif atau pengedar adalah risikonya dipecat dari pegawai negeri.
Hingga tahun ini, tercatat tiga ASN dalam pantauan karena indikasi penyalahgunaan narkoba. BKPSDM terus bekerja sama dengan BNN dalam proses penanganan dan pengawasan lanjutan terus dilakukan.
Untuk itu Awi mengajak seluruh ASN untuk menjaga integritas dan menjauhi narkoba demi pelayanan publik yang berkualitas dan baik, jauhkan diri dari pergaulan yang dapat merusak diri sendiri, keluarga dan masa depan pekerjaan.
“Menjadi ASN itu amanah, maka mari kita jaga diri dan keluarga dari bahaya narkoba, jauhkan segala bentuk yang dapat merusak kehidupan termasuk tidak bergabung dalam dunia permainan seperti judi online,” harap Awi. (Pa’DJ)







