ACEH UTARA | FR – Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, SE., MM, yang akrab disapa Ayah Wa, bersama Kapolres Aceh Utara, AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., memimpin langsung pembongkaran pembatas Pasar Panton Labu dalam rangkaian kegiatan gotong royong massal Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Selasa (3/6/2025).
Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, antara lain perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Muspika Kecamatan Tanah Jambo Aye, serta dua pihak pengelola Pasar Panton Labu. Pembongkaran ini menandai dimulainya langkah konkret pemerintah daerah dalam menata ulang pasar demi menciptakan lingkungan yang tertib, bersih, dan nyaman bagi masyarakat serta para pedagang.
Ayah Wa secara simbolis membuka dan membongkar pagar pembatas pasar dengan didampingi langsung oleh Kapolres AKBP Nanang Indra Bakti. Aksi ini disambut antusias oleh warga dan para pedagang yang telah lama mengharapkan adanya pembenahan di kawasan pasar tersebut.
“Kegiatan ini adalah bagian dari komitmen kita bersama untuk menata pasar agar lebih baik, bersih, dan tertib. Kita harapkan dengan dibukanya batas ini, aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan lebih lancar dan tertata,” ujar Bupati Ayah Wa kepada awak media.
Selain memimpin gotong royong dan pembongkaran, Bupati Ayah Wa juga melakukan pemantauan langsung terhadap harga kebutuhan pokok masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah. Ia tampak berinteraksi dengan sejumlah pedagang, menanyakan harga berbagai komoditas seperti beras, minyak goreng, telur, cabai, dan daging.
Dalam pantauan media, Ayah Wa menunjukkan kepedulian terhadap daya beli masyarakat. Ia juga menegaskan pentingnya peran pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan distribusi barang kebutuhan pokok berjalan lancar, khususnya menjelang hari-hari besar keagamaan.
“Kita ingin memastikan bahwa harga kebutuhan pokok tetap terkendali dan masyarakat tidak terbebani, apalagi menjelang Idul Adha seperti sekarang ini,” tambahnya.
Kegiatan gotong royong massal ini mendapat respons baik dari masyarakat dan dinilai sebagai langkah nyata pemerintah dalam menata fasilitas publik yang berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.(Sayed Panton)








