Pria Asal Tanah Luas Ditemukan Tewas Setelah Lompat dari Jembatan

oleh
Evakuasi jenazah dari sungai oleh tim gabungan, Selasa, (10/6).

ACEH UTARA | FR Seorang pemuda asal Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara, ditemukan meninggal dunia setelah diduga melompat dari jembatan besi di Desa Parang Sikureung Kecamatan Matangkuli.

Korban berinisial S (21), warga Gampong Cibrek, ditemukan tenggelam sekitar 50 meter dari lokasi awal kejadian pada Selasa, 10 Juni 2025 sekitar pukul 13.30 WIB.

Peristiwa ini bermula pada Minggu malam, 8 Juni 2025 sekitar pukul 22.30 WIB. Keluarga korban melaporkan bahwa S sempat mengungkapkan niat untuk mengakhiri hidup dengan cara melompat ke sungai di kawasan Parang Sikureung.

Menurut keterangan warga, korban diketahui mengalami gangguan kejiwaan dan sebelumnya pernah melakukan percobaan bunuh diri dengan cara melompat ke dalam sumur. Dugaan korban melompat dari jembatan diperkuat dengan ditemukannya sepeda motor dan sepasang sandal yang masih berada di lokasi kejadian.

Plh. Kalaksa BPBD Aceh Utara Fauzan, S.Sos., M.A.P, mengatakan penemuan korban dilakukan oleh tim pencarian gabungan yang terdiri dari BPBD Aceh Utara, Basarnas Pos Bireuen, personel Polsek dan Koramil Matangkuli, serta masyarakat setempat langsung melakukan pencarian sejak malam kejadian hingga dini hari pukul 01.15 WIB. Namun, pencarian terpaksa dihentikan sementara dan dilanjutkan keesokan harinya.

Lanjutnya, setelah upaya pencarian selama tiga hari, akhirnya jenazah S berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh tim pada Selasa, (10/6) siang dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Ia menyebutkan bahwa berdasarkan data dari BMKG Stasiun Malikussaleh, cuaca di wilayah Aceh Utara saat itu berawan dengan suhu udara 31°C, kelembapan 63 persen, dan kecepatan angin 5,2 km/jam yang bertiup dari arah timur.

Selain melakukan pencarian korban, katanya, BPBD Kabupaten Aceh Utara juga tetap melaksanakan kegiatan rutin berupa administrasi dan pelaporan, pengoperasian petugas piket Pusdalops-PB, serta monitoring kondisi di 27 kecamatan se-Aceh Utara melalui jaringan komunikasi radio, laporan camat, WhatsApp, media sosial, dan masyarakat umum.

Petugas Pusdalops yang bertugas selama operasi ini antara lain Suraida, S.Sos dan Sri Wardani, S.Kom, pungkasnya. (Sayed Panton)

No More Posts Available.

No more pages to load.