Forumrakyat.co.id|Banda Aceh — Ulama kharismatik asal Barat Selatan Aceh (Barsela), Tgk. H. Bukhari Thaleb SE—akrab disapa Tu Bukhari—menyatakan dukungan penuh atas langkah Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf, dalam mengusulkan pembangunan terowongan Geurutee kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Sebagai tokoh agama yang juga Juru Kampanye (Jurkam) pasangan Mualem–Dek Fadh pada Pilkada Aceh 2024, Tu Bukhari menilai inisiatif tersebut mencerminkan kepemimpinan yang berpihak pada keselamatan dan kepentingan masyarakat.
Terutama bagi pengguna jalan nasional lintas barat Aceh yang kerap menghadapi risiko kecelakaan di jalur pegunungan Geurutee, Kabupaten Aceh Jaya.
“Sudah saatnya Aceh tidak lagi abai terhadap keselamatan jalan raya. Geurutee bukan sekadar jalur penghubung, tetapi urat nadi mobilitas warga kami. Usulan pembangunan terowongan ini adalah bentuk tanggung jawab dan visi jangka panjang seorang pemimpin,” ujar Tu Bukhari kepada media, Kamis (26/06/2025).
Pernyataan tersebut disampaikan setelah pertemuan antara Gubernur Aceh dan Menteri PUPR Dody Hanggodo di Pendopo Wali Kota Banda Aceh.
Dalam pertemuan itu, Mualem secara langsung mengusulkan pembangunan jalan terowongan di kawasan Geurutee, wilayah yang dikenal sebagai titik rawan kecelakaan dan langganan kemacetan parah.
“Di kawasan gunung Geurutee sering terjadi kecelakaan, bahkan kendaraan terjun ke jurang. Harapan kami kepada Pak Menteri, perlu dibangun terowongan yang sebenarnya sudah lama direncanakan,” kata Mualem.
Menteri Dody Hanggodo merespons positif usulan tersebut dan menyatakan akan menindaklanjutinya melalui kajian teknis lebih mendalam.
Ia menekankan bahwa keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas dalam pembangunan infrastruktur nasional.
Selain mengangkat isu keselamatan lalu lintas, pertemuan itu turut membahas penyediaan lahan untuk pembangunan sekolah rakyat.
Mualem menekankan bahwa pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan dasar yang inklusif merupakan bagian dari agenda pembangunan berkeadilan di Aceh.
Tu Bukhari pun menyambut baik agenda tersebut. Menurutnya, selain membangun jalan yang aman, pemerataan akses pendidikan harus menjadi bagian dari investasi sosial jangka panjang.
“Kita tidak bisa hanya membangun jalan untuk mobil, tapi juga harus membuka jalan bagi anak-anak kita menuju masa depan. Sekolah rakyat adalah bentuk keadilan pembangunan yang sesungguhnya,” tegas Tu Bukhari.
Usulan pembangunan terowongan Geurutee dan sekolah rakyat tersebut kini menjadi harapan baru bagi masyarakat Aceh, khususnya di wilayah barat dan selatan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses, baik dari sisi infrastruktur maupun pendidikan dasar.
Dengan dukungan dari tokoh masyarakat, kementerian terkait, dan kepemimpinan daerah, publik menantikan agar proyek-proyek ini dapat segera direalisasikan sebagai bagian dari transformasi pembangunan Aceh.







