Aceh Besar, FR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar diminta agar tidak lagi menganaktirikan Gampong Buengsimek dan sekitarnya di Kecamatan Cot Gli, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Pasalnya, sudah berapa kali pergantian pimpinan jalan menuju kawasan itu tidak pernah ada perhatian.
Padahal, kondisi jalan masuk mulai dari Simpang Peut, Lampakuk hingga Gampong Buengsimek telah lama hancur lebur namun, tidak ada perhatian dari pemerintah daerah khususnya Pemkab Aceh Besar, dan pemerintah provinsi Aceh.
Masyarakat setempat mengeluh atas ketidakperdulian Pemkab Aceh Besar selama ini terhadap pembangunan jalan menuju desa Sigapang dan Buengsimek sudah hancur-lebur dan terus dibiarkan pemerintah Aceh Besar.
“Selama bertahun-tahun jalan desa kamitidak diperdulikan sama sekali oleh pemerintah Aceh Besar, seolah-olah kami ini anak tiri yang tidak perlu diperhatikan. Pejabat butuh kami saat mereka ada keinginan setelah itu kami dilupakan dan dicampakkan begitu saja,” ungkap Mus warga setempat, kepada media ini ini, Senin (07/07/2025).
Hal yang sama juga disampaikan warga masyarakat desa Buengsimek lainnya, mereka menilai Pemkab Aceh Besar selama beberapa tahun kebelakang sengaja menutup mata atas penderitaan kami masyarakat desa Buengsimek dan desa Sigapang.
Membiarkan pertambangan tanpa izin beroperasi seenaknya di hulu sungai dan akibatnya jalan sebagai jantung bagi kelancaran aktifitas masyarakat hancur lebur, ada kesan pertambangan galian C yang beroperasi dapat setoran upeti bagi orang-orang yang berkuasa.

Kami sudah tidak tahan lagi atas penderitaan ini dan memohon kepada Bupati Syeh Muharam, telah kami pilih dan mengantarkan ke kursi pimpinan agar dapat menolong dan melihat kondisi jalan desa kami. Apalagi, beliau mantan orang gunung yang tau persis bagaimana penderitaan rakyat pinggiran seperti kami diperlakukan selama ini.
“Harapan kami ada digenggam bapak Bupati Syeh Muharam yang telah kami pilih semoga beliau mau melihat dan datang ke desa kami. Ekonomi hancur akibat sarana jalan yang menghambat aktifitas kami yang sudah berjalan bertahan-tahun. Sekali tolong kami pak Bupati Syeh Muharam,” harap Bustari. (Redaksi).








