Banda Aceh, FR – Ketua DPW Forum Persatuan Nasional Republik Indonesia (FPN-RI) Kepulauan Riau, Wan Wahyu Poetra, bersama Ketua DPD FPN-RI Pidie, Nurul Fadli, menyampaikan ucapan selamat bertugas kepada Mayjen TNI Joko Hadi Susilo yang resmi menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM) Aceh, menggantikan Mayjen TNI Niko Fahrizal.
Pelantikan Joko Hadi Susilo dilakukan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Senin (8/9/2025).
Pergantian jabatan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1102/VIII/2025 yang ditandatangani Kepala Staf Umum (Setum) TNI, Brigjen TNI Adek Chandra Kurniawan, pada 15 Agustus 2025.
“Selamat bertugas kepada Pangdam IM yang baru, Mayjen TNI Joko Hadi Susilo. Kami berharap kepemimpinan beliau mampu memperkuat ikatan kebersamaan antara Aceh dan pusat, serta menjaga perdamaian yang telah dirajut sejak MoU Helsinki 2005,” ujar Wan Wahyu dalam keterangannya, Kamis (10/9/2025).
Menurut FPN-RI, pergantian Pangdam IM bukan hanya soal rotasi jabatan militer, melainkan juga bagian dari upaya memperkokoh stabilitas Aceh dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Nurul Fadli menekankan, Aceh adalah daerah yang memiliki sejarah panjang konflik bersenjata dan kini menjadi model rekonsiliasi melalui MoU Helsinki yang ditandatangani 15 Agustus 2005 di Finlandia.
“Sudah dua dekade MoU itu berjalan, dan Aceh terbukti mampu menjadi contoh bagaimana persatuan, demokrasi, dan adat istiadat bisa berjalan seiring,” kata Nurul.
Meski begitu, sejumlah tantangan masih membayangi.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh menunjukkan tingkat kemiskinan Aceh pada Maret 2025 masih di angka 14,6 persen, jauh di atas rata-rata nasional 9,2 persen. Sementara angka pengangguran terbuka mencapai 6,8 persen.
“Inilah tantangan besar. Perdamaian harus dibarengi dengan pembangunan yang merata agar masyarakat benar-benar merasakan manfaat damai,” tambahnya.
Bagi FPN-RI, posisi Pangdam IM sangat strategis sebagai garda pengamanan, sekaligus jembatan komunikasi antara pemerintah pusat dan masyarakat Aceh.
“Kami percaya Mayjen Joko Hadi Susilo akan membawa semangat baru dalam memperkuat keamanan, mendorong pembangunan, serta menjunjung tinggi prinsip Bhinneka Tunggal Ika,” kata Wan Wahyu.
Ia menegaskan, menjaga perdamaian Aceh berarti menjaga persatuan Indonesia. “Aceh adalah Serambi Mekkah, pintu gerbang sejarah bangsa ini. Jika Aceh damai, maka Indonesia akan semakin kuat,” pungkasnya. [*]







