Pemko Sabang Menjaga Kestabilan Harga Kebutuhan Pokok Masyarakat

oleh
oleh
Wali Kota Sabang Zulkifli H Adam tinjau pusat pasar tradisional Sabang

Forumrakyat.co.id — Pemerintah Kota (Pemko) Sabang setiap saat memperhatikan kestabilan harga kebutuhan pokok masyarakat yang diperjualbelikan oleh pengusaha dan pedagang, tujuannya adalah agar kebutuhan pokok masyarakat tetap terkontrol dan dan masyarakat dapat memperoleh harga terjangkau.

Kendati Sabang sendiri merupakan sebuah pulau yang terpisah dengan daratan sumatera namun, tingkat hidup masyarakat di pulau wisata ini tetap stabil dan tidak jauh dari harga yang ada di pasar-pasar tradisional lainnya di daratan Aceh khususnya.

Wali Kota Sabang Zulkifli H Adam usai melakukan peninjauan pusat pasar induk tradisional Kota Sabang dia mengatakan koordinasi Pemerintah daerah dengan Bulog dalam mendistri kebutuhan rakyat sangat bagus sekali sehingga, harga kebutuhan di pasar dapat dinikmati masyarakat dengan harga terjangkau., kata Wali Kota Sabang Zulkifli H Adam.

Masyarakat berbelanja di pasar tradisional Sabang

Ini semua kata Zulkifli H Adam lagi tidak terlepas atas kerjasama yang baik antara Pemerintah Kota Sabang dengan seluruh stakeholder yang ada di Sabang. Keharmonisan ini akan terus diperkuat agar pasokan pangan di Kota Sabang tetap terjamin.

Pemerintah Kota Sabang juga akan melakukan perhatian secara rutin sebagai langkah antisipasi dini terhadap potensi fluktuasi harga. Dengan demikian harga kebutuhan pokok masyarakat tetap terjaga dengan baik.

“Kami ingin masyarakat Sabang dapat berbelanja dengan tenang, tidak kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok, dan tidak terbebani harga tinggi. Itulah tujuan utama dari sidak ini,” ungkap Wali Kota Sabang.

Pasar daging musiman pada setiap Meugang diserbu pembeli

Dengan dilaksanakannya peninjauan pasar secara rutin tentunya pedagang dapat mengatur harga kebutuhan pokok masyarakat dengan harga yang tidak terlalu menyolok dan masyarakat pun dapat dibelanjakan apa yang diinginkan

Pemerintah Kota Sabang berharap tercipta iklim perdagangan yang sehat, harga yang stabil, daya beli masyarakat terjaga, dan ketahanan pangan daerah semakin meningkat dan hasil pertanian rakyat semakin tinggi.

Pemerintah Mengontrol Setiap Meugang Terhadap Harga Daging

Setiap meugang Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpangan) Kota Sabang memastikan ketersediaan stok hewan ternak dalam kondisi aman dan mencukupi. Mengingat Meugang itu sendiri merupakan tradisi yang paling sakral bagi masyarakat Aceh.

Kepala Distanpangan Sabang Fackri melalui Kepala Bidang Peternakan, Ir Hariadi mengatakan, total populasi ternak di Sabang mencapai 265 ekor yang tersebar di tiga kecamatan. Kecamatan Sukajaya memiliki jumlah ternak terbanyak, yakni 124 ekor sapi jantan dan 4 ekor kerbau jantan, disusul Sukamakmue 105 ekor sapi jantan dan Sukakarya 32 ekor sapi jantan yang dijual pada Meugang Idul Adha lalu.

“Jumlah ternak yang tersedia mencukupi kebutuhan meugang hari raya Idul Adha, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan. Distribusi hewan juga telah diatur agar merata ke seluruh wilayah,” kata Hariadi.

Harga daging juga dipantau secara ketat, dengan harga sapi di kisaran Rp180.000 hingga Rp200.000 per kilogram, sementara daging kambing dipatok pada angka Rp100.000 per kilogram di Kota Sabang.

Selain daging juga tersedia stok ayam buras sebanyak 1.443 ekor dengan harga Rp65.000-75.000, sementara stock ayam ras 8.200 ekor dengan harga Rp100.000-125.000/ekor.

“Untuk Sukajaya ayam buras 270 ekor, buras 4.700 ekor, Sukakarya Ras 653 buras 3.000 ekor serta Sukamakmue ras 520 ekor dan buras 500 ekor. Monitoring terus kami lakukan di lapangan, baik terhadap kondisi hewan maupun fluktuasi harga pasar, demi menjaga stabilitas dan kenyamanan masyarakat,” jelasya.

Sebelumnya pihaknya menurunkan tim bersama dokter hewan untuk memeriksa kesehatan hewan dengan mendatangi peternakan dan Rumah Potong Hewan (RPH) di Kota Sabang. Ternak yang masuk ke RPH Gampong Cot Bau dan Pasiran Kuta Timu akan diperiksa, jika tidak sehat langsung dikeluarkan, sedangkan yang sehat diproses untuk pemotongan.

Sementara itu, lapak penjualan daging tetap beroperasi di lokasi yang sudah dikenal masyarakat, seperti di sepanjang Jalan Malahayati Gampong Kota Barat. Selain itu, lapak juga tersedia di Gampong Cot Ba’u dan Gampong Ie Meule, guna memastikan akses daging segar., terangnya.

Harga Kebutuhan Pokok Stabil Masyarakat Sejahtera

Pemerintah Kota Sabang menunjukkan komitmennya menjaga stabilitas harga pangan dan ketersediaan pasokan kebutuhan pokok masyarakat.

Hal ini diwujudkan melalui inspeksi mendadak (sidak) pasar yang dipimpin langsung Wali Kota Sabang, Zulkifli H. Adam, bersama pejabat yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda)

Sidak yang dilakukan di Pasar Induk Sabang dan Gudang Bulog Sabang. Turut mendampingi Kapolres Sabang AKBP Sukoco, Dandim 0112 Sabang Letkol Kav Edi Purwanto, serta sejumlah pejabat teknis, antara lain Asisten II, Kepala Dinas Perindustrian, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Kelautan, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Satpol PP, dan Kabag Ekonomi.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota menegaskan bahwa sidak dilakukan tidak hanya untuk memantau harga dan ketersediaan bahan pokok, tetapi juga untuk mendengarkan langsung aspirasi pedagang serta masyarakat.

“Kami tidak ingin hanya menerima laporan di atas meja. Kehadiran di pasar menjadi cara terbaik untuk melihat kondisi sebenarnya sekaligus mendengar masukan pedagang dan masyarakat. Pemerintah hadir untuk menjamin ketersediaan pangan dengan harga yang wajar,” tegas Wali Kota Sabang.

Selain memantau harga beras, gula, minyak goreng, ikan, dan sayur-mayur, Wali Kota juga berdialog dengan pedagang ikan, sayur, sembako, hingga pakaian. Sejumlah pedagang menyampaikan harga sebagian besar kebutuhan pokok masih stabil, meski dipengaruhi faktor cuaca dan kelancaran distribusi dari luar daerah. Mereka berharap pemerintah terus menjaga distribusi agar harga tetap terjangkau.

Kehadiran Wali Kota bersama jajaran disambut hangat oleh pedagang maupun masyarakat yang tengah beraktivitas di pasar. Interaksi langsung itu menumbuhkan rasa percaya bahwa pemerintah benar-benar hadir dan peduli dengan kebutuhan rakyat.

Menutup kegiatan, Wali Kota menegaskan bahwa koordinasi dengan Bulog, distributor, dan seluruh stakeholder akan terus diperkuat agar pasokan pangan di Sabang tetap terjaga. Sidak pasar juga akan dilakukan secara rutin sebagai langkah antisipasi fluktuasi harga.

“Kami ingin masyarakat Sabang dapat berbelanja dengan tenang, tidak kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok, dan tidak terbebani harga tinggi. Itulah tujuan utama dari sidak ini,” pungkasnya.

Melalui sidak pasar ini, Pemko Sabang berharap tercipta iklim perdagangan yang sehat, harga stabil, daya beli masyarakat tetap terjaga, dan ketahanan pangan daerah semakin kuat.

Pusat Pasar Tradisional Kota Sabang Penuh Enovasi

Pasar tradisional memang bisa menjadi lebih maju dengan berbagai inovasi, seperti menggunakan digitalisasi. Penggunaan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan kenyamanan berbelanja.

Peningkatan Infrastruktur, perbaikan fasilitas dan infrastruktur pasar untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat telah dilakukan Pemerintah Kota Sabang.

Promosi dan pemasaran yang efektif untuk meningkatkan kunjungan dan penjualan dengan kerja sama yang pemerintah, pengusaha, dan komunitas untuk meningkatkan kualitas dan daya saing pasar tradisional.

Dengan demikian, pasar tradisional dapat menjadi lebih kompetitif dan menarik bagi konsumen. Pemerintah Kota Sabang, terus melakukan berbagai inovasi untuk memajukan Pasar rakyat., demikian dikatakan anggota DPRK Sabang Darmawan, SE.

Menurut Raja nama sapaan Darmawan ini, pemerintah daerah dapat membantu pedagang dengan berbagai cara, seperti memberikan pelatihan dan pembinaan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan pedagang.

Kemudian akses modal dengan menyediakan akses modal yang mudah dan terjangkau untuk pedagang. Termasuk memperbaiki dan meningkatkan infrastruktur pasar untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan berdagang

Membantu promosi dan pemasaran produk pedagang melalui berbagai saluran dan membuat kebijakan yang mendukung dan menguntungkan pedagang.

Dengan demikian, pemerintah daerah dapat membantu meningkatkan kesejahteraan dan daya saing pedagang, serta meningkatkan perekonomian lokal., tutup Raja Darmawan.

Makan Bergizi Gratis Memperbesar Daya Beli dan Pendapatan Petani

-Wali Kota Sabang, Zulkifli H. Adam, bersama Forkopimda meresmikan Gedung Sentra Penyedia Program Bergizi Gratis (SPPG) Keumala Bhayangkari Polres Sabang di Gampong Cot Abeuk, Kecamatan Sukajaya. Dapur ini menjadi yang ketiga di Kota Sabang dan ditargetkan mampu melayani sekitar 1.600 penerima manfaat setiap hari.

Wali Kota Sabang didampingi Ketua DPRK dan Kapolres Sabang meresmikan dapur MBG

Zulkifli menekankan pentingnya menjaga kebersihan, kualitas gizi, dan ketepatan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia meminta seluruh pihak mengawasi dengan serius agar program nasional ini benar-benar bermanfaat bagi anak-anak sekolah dan masyarakat penerima manfaat lainnya.

“Kita harus memastikan makanan yang disalurkan benar-benar bermanfaat, bukan menimbulkan masalah kesehatan. Dapur harus higienis, menu bergizi dan bervariasi, serta distribusi makanan dilakukan dengan tepat waktu,” tegasnya

Zulkifli juga mengingatkan agar makanan tidak disimpan terlalu lama dan sebaiknya langsung dikonsumsi di sekolah. Ia juga menegaskan bahwa dapur pengolahan wajib memiliki sertifikat higienis dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar agar tidak menimbulkan bau atau pencemaran.

“Sabang ini kota wisata yang harus senantiasa bersih, tertib, dan nyaman, jangan sampai dapur MBG menimbulkan bau atau limbah yang mengganggu. Kebersihan harus dijaga, dan sisa makanan diangkut setiap hari, kota kita harus tetap bersih, nyaman, dan udaranya segar,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Sabang AKBP Sukoco menyampaikan bahwa SPPG Cot Abeuk merupakan wujud dukungan Polres terhadap program prioritas nasional tersebut. Ia berharap masyarakat penerima manfaat, seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan siswa, untuk tidak segan melapor jika menemukan kendala di lapangan.

“Program ini harus berjalan baik, transparan, dan tepat sasaran. Kami siap mendukung penuh pelaksanaannya,” tambahnya.

Peresmian Gedung SPPG Cot Abeuk menjadi langkah nyata Pemerintah Kota Sabang dalam memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan optimal. Melalui pengawasan ketat, dapur yang higienis, dan keterlibatan aktif masyarakat, program prioritas nasional ini diharapkan benar-benar memberikan manfaat bagi pelajar dan keluarga penerima manfaat di Kota Sabang.

Pada kesempatan tersebut Wali Kota menyebutkan bahwa dengan adanya program pemerintah bapak Presiden Prabowo Subianto, maka dapur gizi dan gratis bagi siswa-siswi telah berdampak pada besarnya daya beli dan peningkatan bagi petani yang ada di Sabang.

“Dapur MBG ini bukan saja rahmat bagi siswa-siswi di sekolah akan tetapi sangat berdampak pada peningkatan ekonomi seperti daya beli yang besar dan kesejahteraan masyarakat petani, ” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.