Forumrakyat.co.id — Tari Saman, kebanggaan masyarakat dataran tinggi Gayo, telah lama menjadi ikon budaya Aceh yang mendunia. Dikenal dengan gerak cepat, hentakan kompak, dan lantunan syair yang penuh nilai spiritual, Saman tidak hanya menjadi pertunjukan seni, tetapi juga identitas yang melekat pada kehidupan masyarakat Gayo.
Pertunjukan Saman dibawakan oleh barisan penari laki-laki yang duduk berlutut, bergerak serempak dalam ritme yang semakin cepat. Tepukan dada, hentakan tangan, serta gerakan tubuh yang sinkron menunjukkan kedisiplinan dan kekompakan luar biasa. Syair yang dinyanyikan berisi dakwah, nasihat, dan pesan moral yang diwariskan turun-temurun.
Munir, 62 tahun, sesepuh seni Gayo, menyebut bahwa Saman adalah “bahasa jiwa masyarakat Gayo”.
“Saman itu bukan sekadar tari. Ia bentuk ibadah, bentuk syukur, dan cara kami menyampaikan pesan kebaikan. Kekompakannya melambangkan persatuan masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Salma, warga dari Kecamatan Blangkejeren, mengatakan bahwa Saman selalu menghadirkan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat.
“Kalau ada Saman, semua orang datang menonton. Rasanya merinding melihat gerakannya yang kompak. Anak-anak kami juga belajar sejak kecil supaya tradisi ini tidak hilang,” ungkapnya.
Tari Saman biasanya ditampilkan pada peringatan hari besar Islam, kenduri kampung, penyambutan tamu, hingga festival budaya. Keindahan dan kekuatannya telah membuat Saman diakui UNESCO sebagai Intangible Cultural Heritage, mempertegas statusnya sebagai salah satu seni tradisi paling berharga di Nusantara. [Adv]








