Peusijuek: Simbol Keberkahan yang Menyambut Setiap Langkah Orang Aceh

oleh
oleh

Forumrakyat.co.id — Di tengah perkembangan zaman, Aceh tetap mempertahankan salah satu tradisi penyambutan paling khas dan sarat makna, yaitu Peusijuek, sebuah upacara adat yang menjadi simbol Peumulia Jamee atau memuliakan tamu. Tradisi ini dilakukan untuk memberikan doa, restu, serta keberkahan kepada seseorang yang datang, memulai sesuatu, atau baru saja menjalani peristiwa penting dalam hidupnya.

Peusijuek biasanya dilakukan dengan menaburkan beras padi, menyentuhkan daun khas seperti on seunijuek, serta memercikkan air sebagai lambang kesejukan dan keselamatan. Upacara ini kerap digelar dalam berbagai momentum, mulai dari penyambutan tamu terhormat, pernikahan, menempati rumah baru, hingga keberangkatan dan kepulangan dari perjalanan jauh.

Tokoh adat Aceh Besar, Tgk. Abdul Raja (61), menjelaskan bahwa Peusijuek merupakan wujud keikhlasan dan penghormatan masyarakat Aceh kepada tamu maupun keluarga sendiri.

“Peusijuek itu bukan hanya ritual. Ini doa agar seseorang mendapat keselamatan, keberkahan, dan dijauhkan dari bala. Tradisi ini juga menunjukkan bagaimana orang Aceh menghormati tamunya,” ujarnya.

Nilai sosial Peusijuek juga dirasakan masyarakat. Hasnidar (33), warga Aceh Utara, mengungkapkan bahwa Peusijuek selalu menghadirkan suasana haru dan hangat.

“Waktu saya disijuek ketika kembali dari merantau, rasanya seperti disambut keluarga besar. Tradisi ini membuat kita merasa dihargai,” katanya.

Kini, Peusijuek tidak hanya lestari di desa-desa, tetapi juga sering ditampilkan dalam festival budaya dan acara resmi untuk memperkenalkan jati diri Aceh kepada wisatawan. Tradisi ini menjadi lambang keramahan, penghormatan, dan doa tulus masyarakat Aceh untuk siapa pun yang dihormati atau dicintai.

Dengan nilai spiritual dan sosial yang mendalam, Peusijuek tetap menjadi salah satu identitas budaya Aceh yang terus hidup dan diwariskan lintas generasi.

No More Posts Available.

No more pages to load.