Kapolres Aceh Barat Ungkap Kasus Curanmor yang Meresahkan, 19 Unit Honda Beat Dicuri Pelaku Pemula

oleh

Forumrakyat.co.id |Meulaboh – Kepolisian Resor (Polres) Aceh Barat kembali menorehkan prestasi dalam pengungkapan kasus kriminal di wilayah hukumnya. Tim Resmob Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Aceh Barat berhasil mengungkap satu kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang selama ini menjadi perhatian serius masyarakat.

‎Kapolres Aceh Barat AKBP Yhogi Hadisetiawan, S.I.K., M.I.K. menjelaskan kepada awak media dalam konferensi pers yang berlangsung di halaman Mapolres Aceh Barat, Kamis (13/11/2025), bahwa kasus tersebut merupakan hasil dari penyelidikan intensif menindak lanjuti laporan masyarakat yang masuk sejak September hingga November 2025.

‎“Pelaku berhasil diamankan tak lama setelah tim mendapatkan laporan dari warga yang memergoki aksinya di Kecamatan Meureubo. Dari hasil pengembangan, kami menemukan bahwa pelaku telah melakukan serangkaian aksi pencurian di sejumlah lokasi berbeda,” ujar Kapolres.

‎Menurut AKBP Yhogi, aksi terakhir pelaku terjadi pada 4 November 2025 malam di Desa Gunong Kleng, Kecamatan Meureubo. Saat itu, pelaku mencoba mencuri sepeda motor yang terparkir di depan rumah warga dengan menggunakan kunci modifikasi berbentuk huruf T. Namun, aksinya dipergoki langsung oleh pemilik kendaraan yang kemudian berteriak meminta pertolongan warga sekitar.

‎Pelaku yang panik sempat melarikan diri dan bersembunyi di belakang rumah penduduk. Berkat kesigapan warga dan Tim Resmob Satreskrim Polres Aceh Barat, pelaku akhirnya berhasil dibekuk tanpa perlawanan.

‎Dari hasil pemeriksaan, polisi menemukan fakta mengejutkan: pelaku telah mencuri sebanyak 19 unit sepeda motor, yang mayoritas merupakan jenis Honda Beat. Saat ditanya awak media mengenai alasan pemilihan motor tersebut, pelaku dengan kepala tertunduk menjawab bahwa Honda Beat mudah dibobol dan cepat laku dijual.

‎“Kunci stangnya tidak terlalu panjang, jadi mudah dipatahkan. Selain itu, Honda Beat juga paling cepat dijual dengan harga rata-rata dua sampai tiga juta rupiah per unit,” ujar pelaku di hadapan petugas.

‎Menariknya, dari hasil penyelidikan, polisi memastikan bahwa pelaku beraksi seorang diri tanpa bantuan pihak lain.

‎“Tidak ada tersangka lain yang terlibat. Aksi ini dilakukan murni oleh pelaku sendiri, dan uniknya pelaku ini masih pemula serta bukan residivis,” tegas Kapolres AKBP Yhogi Hadisetiawan.

‎Lebih lanjut, Kapolres menambahkan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus ini tidak terlepas dari peran aktif masyarakat yang sigap melaporkan setiap aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. Ia mengapresiasi kolaborasi antara warga dan pihak kepolisian yang menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan wilayah Aceh Barat.

‎“Kami sangat berterima kasih atas kepekaan masyarakat. Kepolisian tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan warga. Karena itu, kami terus mengimbau agar masyarakat segera melapor bila melihat kejadian yang mencurigakan,” pungkas AKBP Yhogi.

‎Sementara itu, barang bukti berupa 19 unit sepeda motor hasil curian kini telah diamankan di Mapolres Aceh Barat untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Polisi juga terus melakukan penelusuran terhadap kemungkinan adanya jaringan penadah atau pihak yang terlibat dalam penjualan motor hasil curian tersebut.

‎Kasus ini menjadi perhatian publik di Aceh Barat, mengingat maraknya laporan kehilangan sepeda motor dalam beberapa bulan terakhir. Dengan tertangkapnya pelaku, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat kembali kondusif serta menumbuhkan kepercayaan warga terhadap kinerja aparat kepolisian.

‎( Zaini Dahlan / Forum Rakyat )

No More Posts Available.

No more pages to load.