Forumrakyat.co.id – Di balik hamparan rimba tropis Aceh Timur, tersembunyi sebuah dunia yang seakan belum terjamah. Kawasan wisata Leuser bagian timur, yang menaungi Taman Nasional Gunung Leuser serta deretan potensi ekowisata alami lainnya, menawarkan pengalaman yang tak hanya memanjakan mata, tapi juga membangkitkan kembali rasa kagum manusia terhadap alam.
Salah satu mahkotanya adalah Air
Terjun Terujak, yang berada di Desa Terujak, Kecamatan Serba Jadi (Lokop). Untuk mencapainya, pengunjung harus terlebih dahulu menyusuri jalan pedesaan yang dikelilingi pepohonan besar, ditemani aroma tanah basah dan suara burung yang bersahutan. Tidak sedikit yang menyebut perjalanan ke air terjun ini sebagai bagian terbaik dari petualangan sebuah proses kembali ke alam yang begitu intim dan menenangkan.
Setibanya di lokasi, suara gemuruh air jatuh dari ketinggian menyambut dengan megah. Di kaki air terjun, kolam alami berwarna hijau toska menggoda siapa pun untuk merendam kaki, atau bahkan berenang merasakan dinginnya air pegunungan. Vegetasi di sekelilingnya tumbuh rapat, beberapa bahkan menempel pada dinding bebatuan yang dilapisi lumut tebal, menciptakan panorama yang terlihat seperti potongan surga tersembunyi.
Namun pesona Leuser timur tidak berhenti di situ. Jika Aceh Timur adalah pintu menuju jantung ekosistem Leuser, maka Kabupaten Aceh Tamiang dapat disebut sebagai gerbang yang menyapa dengan ramah. Kabupaten ini dikenal dengan hutan tropisnya yang masih terjaga serta Sungai Tamiang, yang belakangan dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis keberlanjutan.
Arus sungai yang jernih dan sejuk menjadi pilihan ideal bagi wisatawan yang ingin menyusuri sungai dengan perahu kecil atau sekadar menikmati aliran air sambil berendam di tepian berbatu. Di beberapa titik, kawasan sekitar sungai dibuka untuk aktivitas berkemah sebuah pengalaman yang memberi ruang bagi wisatawan untuk menikmati malam di alam terbuka, ditemani lampu-lampu bintang yang jarang terlihat di kota dan suara hutan yang merdu dalam keheningan.
Di wilayah ini, ekowisata bukan sekadar konsep, melainkan cara menjaga hubungan manusia dengan alam. Penduduk lokal terlibat dalam pengelolaan kawasan, mulai dari pemandu wisata, penyedia jasa perkemahan, hingga penjaga hutan adat. Tujuannya sederhana namun bermakna: menjadikan kekayaan alam Leuser tetap lestari sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Saat pagi tiba, kabut tipis yang menggantung di antara pepohonan menjadi pemandangan yang memanjakan siapa pun yang beruntung bangun lebih awal. Di kejauhan, suara serangga dan primata menjadi orkestra alami yang mengiringi hari baru. Banyak yang mengatakan, menginap di kawasan ini seperti pulang ke rumah yang lama terlupa rumah tempat manusia hidup berdampingan dengan alam, bukan melawannya.
Leuser dari timur adalah ajakan untuk kembali mengenali diri melalui rimba. Di Air Terjun Terujak, hutan Aceh Timur, hingga sungai-sungai jernih Aceh Tamiang, alam seakan berkata bahwa keindahan tidak selalu harus dibuat; ia hadir dengan sendirinya liar, murni, dan eksotis. [Adv]








