Banjir Meluas, Jaringan Seluler di Aceh Porak-poranda

oleh
oleh

BANDA ACEH, FR — Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Aceh sejak Rabu (26/11/2025) menyebabkan gangguan serius pada layanan telekomunikasi. Pusat Monitoring Telekomunikasi (PMT) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melaporkan adanya 799 site telekomunikasi yang terdampak, atau sekitar 23,40% dari total 3.414 site yang beroperasi di seluruh Aceh.

Gangguan ini terjadi akibat tingginya curah hujan serta banjir yang merendam sejumlah wilayah, terutama di Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Utara, Pidie, Bireuen, dan Kota Lhokseumawe.

Sebaran Gangguan Berdasarkan Operator

Komdigi menjelaskan bahwa tiga operator besar — Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison, dan XL Axiata — melaporkan adanya site yang tidak berfungsi akibat banjir, gangguan listrik, serta akses jalan yang terputus.

1. Telkomsel

Telkomsel melaporkan 452 site terdampak dengan kondisi mati atau terganggu, mencakup antara lain:

Aceh Barat: 12 site (2,64%)

Aceh Barat Daya: 8 site (2,74%)

Aceh Jaya: 42 site (2,52%)

Aceh Besar: 9 site (4,37%)

Aceh Tamiang: 10 site (3,69%)

Aceh Timur: 128 site (18,56%) — salah satu wilayah dengan gangguan terparah

Kota Langsa: 27 site (11,21%)

Bireuen: 27 site (4,57%)

Pidie: 20 site (4,73%)

Pidie Jaya: 23 site (8,94%)

Lhokseumawe: 17 site (9,91%)

2. Indosat Ooredoo Hutchison (IOH)

Indosat melaporkan topografi wilayah terdampak masih dalam pemantauan, dengan sejumlah site mengalami padam total akibat banjir dan pemadaman listrik PLN. (Rincian tidak diperlihatkan pada gambar, tetapi tercatat sebagai bagian dari total gangguan.)

3. XL Axiata

XL Axiata melaporkan adanya 208 site yang terdampak, atau sekitar 9,61% dari total 2.165 site yang mereka miliki di Provinsi Aceh. Gangguan banyak terjadi di wilayah Aceh Timur dan Aceh Tamiang, dengan sebagian besar site padam 100% akibat akses listrik dan jalur transportasi terputus.

Contoh gangguan XL Axiata antara lain:

Kecamatan Kejuruan Muda: 30% site padam

Rantau: 16,67%

Seruway: 30%

Karang Baru: 14,29%

Tamiang Hulu: 100%

Manyak Payed: 6,67%

Kluet Utara: 100%

Kuta Malaka: 40%

Seulimeum: 25%

Kuta Alam (Banda Aceh): 21,62%

Kembang Tanjong: 50%

Jeunieb: 18,18%

Samalanga: 1,31%

Peusangan: 15,63%
…dan puluhan kecamatan lainnya.

Penyebab Utama Gangguan

Pemadaman listrik PLN yang meluas dan berlangsung lama

Site telekomunikasi terendam atau akses menuju lokasi terputus

Gangguan transmisi akibat putusnya jaringan fiber di beberapa titik

Longsor yang menutup akses jalan ke perangkat BTS

Dampak ke Masyarakat

Akibat gangguan ini, warga di beberapa daerah banjir melaporkan:

Sulit menghubungi keluarga

Kesulitan meminta pertolongan

Lambatnya akses informasi kebencanaan

Terganggunya aktivitas ekonomi dan transaksi digital

Daerah paling merasakan dampak adalah Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Utara, dan Pidie, di mana sebagian kecamatan mengalami padam total.

Upaya Pemulihan

Komdigi menyatakan telah meminta semua operator:

Mengaktifkan genset darurat di lokasi-lokasi prioritas

Menambah mobile BTS untuk daerah kritis

Mempercepat perbaikan fiber optik

Berkoordinasi dengan BNPB dan pemerintah daerah untuk akses evakuasi teknisi ke lokasi terisolasi

Hingga berita ini diturunkan, petugas lapangan masih bekerja memperbaiki site yang padam dan memantau kondisi banjir yang belum surut di sejumlah daerah.

No More Posts Available.

No more pages to load.