ACEH UTARA | FR — Update data dari Posko Utama Banjir Aceh Utara, Selasa, Pukul 23.30 WIB. Memasuki hari ke 12 sebanyak 121 jiwa dilaporkan meninggal dunia dan 118 dinyatakan hilang akibat banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh.
“Saat ini kami masih fokus pencarian dan penyelamatan korban serta penanganan pengungsi yang mencapai 115.015 jiwa (34.506 KK), kelompok paling rentan saat ini membutuhkan penanganan khusus, seperti ibu hamil 198 jiwa, balita 1.251 jiwa, lansia 1.687 jiwa, penyandang disabilitas 54 jiwa, butuh penanganan khusus di pengungsian,” kata Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE.,MM (Ayah Wa), pada media, Rabu, (3/12).
Selain itu sambung Ayah Wa, kerusakan rumah, mencapai 34.526 unit, sementara yang berdampak banjir mencapai 163.985 jiwa tersebar di 447 lokasi pengungsian
“Data kerusakan juga semakin meningkat seiring berhasil menembus akses ke daerah terisolasi yang dulunya datanya belum masuk akibat listrik padam, akses jalan dan saluran komunikasi blackout (lumpuh total),” ujar Ayah Wa
Begitu pula fasilitas kesehatan, lanjut Ayah Wa tidak luput dari kerusakan akibat terjangan banjir dan longsor, sebanyak 24 unit puskesmas rusak dan satu rumah sakit, 23 pustu dan enam posyandu mengalami kerusakan ringan hingga berat. Banjir juga merusak 369 Sekolah, 32 unit Masjid, 16 Meunasah dan 211 unit Pondok Pesantren atau Dayah serta 106 ruas jalan, 36 unit jembatan. “Aceh Utara butuh dukungan semua pihak dengan kerusakan yang begitu dahsyat,” harapnya.
“Kami ajak seluruh relawan dalam dan luar Aceh agar membantu rakyat Aceh Utara, hingga saat masih ada titik pengungsi yang masih terisolasi dan belum bisa diakses jalur darat oleh sebab itu kami minta agar bantuan logistik di kirim lewat udara, jangan sampai rakyat kami yang sudah selamat dari bencana banjir mati karena kelaparan, “tutup Ayah Wa. (Sayed Panton)







