Forumrakyat.co.id |Meulaboh — Hari-hari setelah banjir bandang masih meninggalkan denyut kepanikan dan lelah yang tidak terlihat kasat mata. Di berbagai SPBU, ribuan kendaraan tumpah ruah, berjejalan dalam antrean yang memanjang lebih dari satu kilometer. Sepeda motor, mobil hingga truk memenuhi kedua sisi jalan, membentuk gelombang mesin yang tidak henti sejak pagi hingga siang, seperti terlihat dalam foto yang diambil tim Forum Rakyat pada Senin, 3 Desember 2025.
Antrean panjang ini bukan karena kelangkaan BBM, namun karena padamnya listrik pascabanjir membuat masyarakat berebut membeli bahan bakar untuk genset. “Bukan minyaknya yang kurang, tapi masyarakat membludak semua beli untuk genset,” ujar salah satu pengawas SPBU yang enggan disebutkan namanya.
Di tengah hiruk pikuk kota yang gelap, tim Forum Rakyat juga menemui Awi, seorang pengusaha onderdil mobil. Tokonya tampak gelap tanpa seberkas penerangan. Ketika ditanya mengapa tidak menyalakan genset, ia hanya tersenyum pahit.
“Genset ada, tapi dapat minyaknya yang susah. Saya malas antri… panjang sekali. Harapan kami listrik cepat hidup supaya kami bisa beraktivitas,” tuturnya dengan nada yang nyaris tenggelam oleh suara kendaraan di luar. Ia menutup keluh kesahnya dengan kalimat yang membuat dada terasa sesak, “Semoga BBM tetap tersedia. Ini kebutuhan dasar, sumber ekonomi. Kalau BBM tidak ada… habislah kami.”
Hingga berita ini turun, antrean panjang masih terlihat di beberapa SPBU dalam kota Meulaboh. Banyak warga membawa jeriken dan wadah lain sebagai upaya bertahan di tengah gelapnya kota yang belum sepenuhnya diterangi aliran listrik dan juga jaringan komunikasi yang masih belum stabil.
(Zaini Dahlan / Forum Rakyat)






