ACEH UTARA | FR — Memasuki hari ke-13 pascabencana banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Aceh Utara pada 26 November 2025 lalu, kondisi di Kecamatan Langkahan masih memprihatinkan.
Mukim Pinto Rimba, Muhammad Hasan, SE, menyampaikan harapan sekaligus desakan kepada pihak PLN dan Telkomsel agar segera mengebut proses pemulihan jaringan listrik dan komunikasi di wilayah tersebut.
Menurut Hasan, hingga hari ini aliran listrik di Kecamatan Langkahan masih belum beroperasi. Kondisi ini diperparah oleh jaringan Telkomsel yang masih sangat lemah sehingga menyulitkan warga untuk berkomunikasi dengan keluarga maupun pihak luar.
“Karena pascabanjir sampai saat ini listrik belum berfungsi. Begitu juga dengan jaringan Telkomsel yang masih lelet, sehingga masyarakat kesulitan berkomunikasi dengan sanak keluarga dan famili,” ungkap Mukim Hasan pada Ahad (7/12).
Selain masalah jaringan dan listrik, alhamdulilah, kata Hasan logistik sudah ada dari pemerintah ataupun dari para dermawan, dan sudah tersalurkan walau masih sangat minim.
Yang sangat mendesak saat ini, ungkap Hasan, tempat penampungan atau tenda untuk pengungsi, mengingat banyak rumah yang rusak dan terbawa arus banjir. ” Kami sangat membutuhkan tenda, untuk pengungsi sekarang,” harapnya.
Ia menjelaskan bahwa Kecamatan Langkahan merupakan salah satu wilayah yang mengalami dampak paling parah akibat bencana tersebut.
Mukim Pinto Rimba meminta pemerintah pusat maupun daerah untuk lebih sigap menghadirkan bantuan nyata bagi warga yang terdampak. Ia menegaskan bahwa kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, kebutuhan medis, dan tenda harus segera dipenuhi mengingat kondisi masyarakat yang terus memburuk.
Hasan juga berharap agar penanganan pascabencana dapat dilakukan secara terkoordinasi dan berkelanjutan, mengingat banyak fasilitas umum dan rumah warga yang mengalami kerusakan berat. “Kami mohon perhatian khusus dari pemerintah dan pihak terkait. Warga Langkahan sangat membutuhkan uluran tangan agar bisa melewati masa sulit ini,” tutupnya.
Dengan kondisi yang masih serba terbatas, masyarakat Langkahan berharap adanya percepatan pemulihan agar aktivitas kehidupan dapat kembali normal. Banjir dan longsor yang terjadi tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga memukul perekonomian serta keseharian masyarakat setempat. Pemerintah diharapkan segera memberikan respons cepat dan terukur demi keselamatan serta kesejahteraan warga.(Sayed Panton)








