Pascabencana, Pemda Aceh Tengah Turunkan Excavator Buka Akses Jalan

oleh
oleh

Takengon, FR – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah bergerak cepat melakukan normalisasi sejumlah ruas jalan pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada Rabu (26/11). Sejumlah alat berat dikerahkan untuk membersihkan material longsor berupa tanah, kayu, dan batu yang menutup akses jalan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Aceh Tengah, Mustafa Kamal, mengatakan penanganan sudah dilakukan sejak hari pertama pascabencana guna memastikan akses vital masyarakat kembali terbuka.

“Saat ini satu unit excavator bekerja di ruas Jalan Kebayakan–Bintang, tepatnya di Kampung Lelabu. Dua unit excavator lainnya diturunkan di ruas Jalan Takengon–Bintang sisi selatan, Kampung Bintang,” kata Mustafa Kamal, Rabu (25/12).

Selain itu, alat berat juga disebar di sejumlah titik rawan lainnya. Satu unit alber excavator dan satu unit loader dikerahkan di Jalan Bur Lintang arah Kecamatan Linge, satu unit alber excavator di Kala Ili Jamat untuk perbaikan jembatan, serta alat berat di Jembatan Pelang dan ruas Pepalang–Celala.

Meski proses normalisasi terus dilakukan, beberapa ruas jalan masih sulit dilalui. Iwan, warga Kampung Kelitu, Kecamatan Bintang, mengaku akses Jalan Kebayakan–Bintang masih terbatas.

“Dari Kampung Kelitu ke Kampung Mepar hanya bisa dilewati sepeda motor. Kadang harus didorong atau diangkat karena tumpukan tanah masih ada,” ujarnya, Kamis (25/12).

Ia menyebutkan kendaraan roda empat hanya bisa melintas hingga Mepar, sementara ruas Mepar–Merodot masih terbatas untuk kendaraan roda dua dengan kondisi jalan yang cukup ekstrem.
Kehadiran alat berat dan kerja cepat pemerintah daerah dinilai sangat membantu warga.

Selain membuka kembali akses transportasi, upaya ini juga memberi rasa aman dan harapan bagi masyarakat untuk kembali beraktivitas normal pascabencana. []

No More Posts Available.

No more pages to load.