Lahan Gambut Terbakar, Jalur Banda Aceh–Meulaboh Diselimuti Asap

oleh
Oplus_131072

Forumrakyat.co.id |Aceh Barat – Sudah beberapa hari terakhir, pemandangan tidak elok dan mengganggu aktivitas pengguna jalan terjadi di ruas jalan nasional Banda Aceh–Meulaboh. Tepatnya di Desa Suak Raya, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, pengendara sepeda motor maupun kendaraan lainnya harus melintas di tengah kepulan asap tebal yang menyelimuti lahan gambut dan perkebunan milik warga.

‎Asap disertai abu tersebut sangat terasa perih di mata, terutama pada pagi hari, sehingga membahayakan keselamatan pengguna jalan dan mengurangi jarak pandang di jalur vital Meulaboh–Banda Aceh tersebut.

‎Tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Polri, Damkar, unsur TNI, serta masyarakat setempat terus berupaya melakukan pemadaman titik-titik api hingga Jumat sore, 23 Januari 2026. Kondisi di lapangan turut dipantau oleh tim Forum Rakyat.

‎Terlihat pula personel TNI dari Kodim 0105/Aceh Barat bersama anggota Koramil Johan Pahlawan bahu-membahu dengan petugas BPBD melakukan pemadaman dan penyekatan lahan. Upaya ini dilakukan dengan mendinginkan area yang belum terbakar guna mencegah api merambat lebih luas. Air disedot menggunakan mesin dari parit-parit di sekitar lahan, khususnya di perbatasan Desa Suak Raya dengan Desa Suak Nie, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat.

‎Salah satu personel TNI yang ditemui di lokasi, Kapten Hermanto, menyampaikan bahwa pihaknya dikerahkan untuk membantu penanganan kebakaran lahan tersebut.

‎“Kami dari Kodim 0105 Aceh Barat bersama anggota Koramil Johan Pahlawan ikut serta dan bekerja sama dengan tim BPBD untuk membantu memadamkan api. Seluruh jalur yang berpotensi dilalui api sudah dilakukan penyiraman pada lahan yang belum terbakar agar api tidak merambat. Mudah-mudahan api tidak melebar lagi,” ujarnya.

‎Sementara itu, Koordinator Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) IV Aceh Barat, Khairul Rizal, mengimbau masyarakat agar lebih waspada di musim kemarau dan cuaca panas seperti saat ini. Ia mengingatkan warga untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama saat berada di kebun, serta lebih berhati-hati ketika memasak.

‎“Kami juga menegaskan larangan melakukan pembakaran lahan, karena hal tersebut melanggar undang-undang dan berpotensi menimbulkan bencana,” tegasnya.

‎Ketika ditanya awak media terkait kemungkinan adanya unsur kesengajaan dalam kebakaran tersebut, Khairul Rizal menyatakan pihaknya belum dapat memberikan kesimpulan.

‎“Kami dari tim penindak belum bisa menjawab hal itu. Saat ini fokus utama kami adalah upaya pemadaman,” pungkasnya.

‎(Zaini Dahlan / Forum Rakyat)

No More Posts Available.

No more pages to load.