Jakarta, FR — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa inflasi nasional Januari 2026 masih dalam kondisi terkendali. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi secara tahunan (year on year) tercatat sebesar 3,55 persen.
Meski berada di batas atas target inflasi nasional 2,5 persen ±1 persen, Mendagri menilai kondisi tersebut tidak mencerminkan lonjakan harga barang dan jasa secara riil di masyarakat.
“Tidak perlu khawatir, karena tidak menggambarkan kenaikan harga barang dan jasa sebenarnya,” ujar Tito saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah dan Evaluasi Dukungan Pemda terhadap Program Tiga Juta Rumah di Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Senin (9/2/2026).
Ia menjelaskan, penyumbang terbesar inflasi berasal dari kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,72 persen, dengan tarif listrik sebagai kontributor utama mencapai 1,49 persen, akibat normalisasi subsidi listrik dibandingkan Januari 2025.
Sementara itu, inflasi secara month to month (mtm) Januari 2026 justru tercatat minus 0,15 persen dibanding Desember 2025. Sektor makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang penurunan terbesar sebesar minus 0,30 persen.
Meski demikian, Mendagri tetap mengingatkan pemerintah daerah untuk mewaspadai pergerakan harga sejumlah komoditas strategis, seperti cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, bawang putih, dan beras di beberapa wilayah.
Ia juga meminta Pemda memperkuat ketahanan pangan daerah, khususnya di wilayah rawan bencana, guna menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.






