forumrakyat.co.id |MEULABOH : Akademi Ramadhan kembali digelar sebagai program pembelajaran intensif Al-Qur’an yang bertujuan meningkatkan kemampuan membaca sekaligus membekali peserta dengan keterampilan dasar mengajarkannya di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Program ini dilaksanakan dalam 10 pertemuan yang berlangsung pada:
Februari 2026:
21, 22, 24, 25, 26, dan 27 Februari 2026
Maret 2026:
7, 8, 11, dan 12 Maret 2026
Kegiatan berlangsung di Kupiah Teuku Umar, Batu Putih, dengan suasana pembelajaran yang terstruktur dan aplikatif.
Akademi Ramadhan diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan, termasuk ibu-ibu peserta pembinaan, jamaah pengajian Beut Droe, serta murid TPQ Cahaya Penerang Jiwa. Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pembelajaran Al-Qur’an yang sistematis, mudah dipahami, dan berorientasi pada keberlanjutan.
Ketua Panitia Akademi Ramadhan, Supiani, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pelatihan membaca, tetapi membangun keberanian dan kesadaran untuk mengajarkan kembali Al-Qur’an di lingkungan keluarga.
“Kami ingin peserta tidak berhenti pada kemampuan membaca, tetapi juga mampu membimbing anak-anak dan keluarga. Akademi Ramadhan menjadi ruang belajar sekaligus ruang pembentukan komitmen Qur’ani,” ujar Supiani.
Sekretaris panitia, Irma Fitri, Amd., menambahkan bahwa pendekatan yang digunakan dalam program ini bersifat bertahap dan praktis, sehingga peserta dapat merasakan perkembangan secara nyata dalam setiap pertemuan.
“Kami membangun suasana belajar yang nyaman namun tetap terarah. Peserta dibimbing langkah demi langkah agar lebih percaya diri dalam membaca dan mengajarkan Al-Qur’an,” jelas Irma Fitri.
Kegiatan ini dipandu oleh Ustadz Syamsul Kamal, penggagas Metode AYA sekaligus trainer utama Akademi Ramadhan. Ia menegaskan bahwa Ramadhan merupakan momentum strategis untuk memperkuat literasi Qur’ani di tengah masyarakat.
“Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an. Ini saat yang tepat untuk memperbaiki bacaan dan menumbuhkan budaya mengajarkan Al-Qur’an di rumah. Yang kita bangun bukan hanya keterampilan teknis, tetapi kesadaran bahwa Al-Qur’an harus hidup dalam keluarga dan masyarakat,” ungkap Ustadz Syamsul Kamal.
Akademi Ramadhan diharapkan menjadi langkah awal terbentuknya gerakan pembelajaran Al-Qur’an yang lebih sistematis dan berkelanjutan di tengah masyarakat Batu Putih dan sekitarnya.
( Zaini Dahlan / forum rakyat)






