JAKARTA, FR – Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyatakan negaranya tidak menutup kemungkinan untuk kembali memasok energi ke negara-negara Eropa, asalkan kerja sama tersebut dibangun atas dasar kesepakatan jangka panjang yang stabil dan bebas dari tekanan politik.
Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik serta gangguan pasokan energi global yang dipicu konflik di kawasan Timur Tengah. Menurut Putin, Rusia tetap terbuka untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan maupun pembeli energi dari Eropa jika terdapat komitmen yang jelas dan saling menguntungkan.
“Jika perusahaan-perusahaan dan pembeli Eropa memutuskan untuk kembali menjalin kerja sama jangka panjang yang stabil dan bebas tekanan politik, kami siap bekerja sama dengan mereka,” ujar Putin seperti dilaporkan media internasional.
Selat yang menjadi jalur perdagangan energi global juga kembali menjadi sorotan. Perairan tersebut merupakan salah satu jalur vital bagi distribusi energi dunia, karena sekitar seperlima pasokan minyak global serta gas alam cair melewati kawasan itu.
Putin juga mendorong perusahaan energi Rusia untuk memanfaatkan dinamika konflik di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu stabilitas pasokan energi dunia.
Pernyataan tersebut disampaikan hanya beberapa jam setelah Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orbán, mendesak European Union agar mempertimbangkan kembali kebijakan sanksi energi terhadap Rusia.
Orbán menilai penangguhan sanksi terhadap minyak dan gas Rusia dapat membantu meredam lonjakan harga energi yang dipicu ketidakstabilan geopolitik di Timur Tengah.
Seruan tersebut kembali memunculkan perdebatan di kawasan Eropa mengenai kebijakan energi dan hubungan dengan Rusia, terutama di tengah tekanan ekonomi akibat harga energi yang masih fluktuatif.
Sumber: CNBC Indonesia, dilansir dari Al Jazeera.








