Forumrakyat.co.id| Sabang pulau yang terletak di ujung Sumatera, Provinsi Aceh. memiliki alam bahari yang luar biasa indahnya, selain itu Sabang juga ada beragam budaya yang terkenal dimata dunia. Setiap libur panjang dan pergelaran kegiatan budaya ribuan wisatawan hadir di pulau yang dijuluki “Weh” ini.
Seperti pelaksanaan pawai atau kegiatan lain digelar ribuan warga dan wisatawan antusias menyaksikan pawai dan atraksi budaya dalam rangkaian pelaksanaan Sabang Marine Festival misalnya. Masyarakat tumpah ruah melihat penampilan yang melibatkan 425 peserta yang diselenggarakan oleh Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) dan Pemerintah Kota Sabang.
Pelaksanaan event bahari terbesar di Aceh yang digelar di Sabang, telah mendapatkan peningkatan ekonomi masyarakat khususnya UMKM di Sabang. Kegiatan seperti itu terus diupayakan agar setiap tahun dapat dilaksanakan.
Wisatawan sangat senang, berkunjung ke Sabang mereka antusias mengikuti berbagai acara yang digelar. Dan yang lebih penting adalah setiap kegiatan, ekonomi masyarakat setempat meningkat drastis.
Pergelaran kegiatan budaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sabang. Sehingga pertumbuhan ekonomi tentunya meningkat dan rakyat sejahtera.

Event budaya yang digelar sangat menguntungkan daerah bahkan banyak manfaat bagi ekonomi masyarakat. Sementara Sabang sendiri bukan saja daerah tujuan wisata tetapi juga pulau hiburan yang dipadukan dengan budaya lokal.
“Antusiasme wisatawan dan masyarakat Sabang sangat terlihat dari segala kegiatan. Setiap kegiatan selalu ramai datang ke Sabang, karena Sabang tidak hanya memiliki wisata bahari tetapi juga budaya dan sejarah yang luar biasa,” kata Wakil Ketua DPRK Sabang H Albina Arahman, ST MT.
Banyak atraksi budaya yang ditampilkan, dan yang paling terkesan adanya pawai busana adat hingga penampilan pencak silat yang memukau pengunjung. Belum lagi tradisi kuliner yang tidak dimiliki daerah lain seperti membuat kue karah, limpeng, dan teot apam.
Bahkan pengunjung rela menunggu tarian kolosalnya. Sungguh luar biasa acara yang digelar di Sabang, kegiatan yang dipadukan antara wisata dan budaya akan sangat bermanfaat bagi Sabang sendiri.
Wisatawan Serbu Kawasan Tugu Kilometer Nol Indonesia di Sabang
Lonjakan drastis kunjungan wisatawan ke kawasan Tugu Kilo Meter Nol Sabang pada momentum Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026, kedatangan wisatawan untuk menyaksikan kawasan Kilo Meter Nol Indonesia yang berada di ujung pulau Weh Sabang, Gampong Iboih, Kecamatan Sukamakmue, Kota Sabang
Seiring kehadiran puluhan ribu wisatawan ke kawasan Tugu Kilo Meter Nol Indonesia yang menjadi ikon bagi Sabang. Dengan ribuan wisatawan berkunjung ke Sabang, Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkatkan tajam.
Tugu Kilo Meter Nol terus menjadi destinasi paling dominan bagi wisatawan yang berkunjung ke Sabang. Sekitar 75 persen pengunjung disebut menjadikan Tugu Kilo Meter Nol Indonesia di Sabang sebagai tujuan utama.

“Tugu Nol Kilo Meter adalah landmark Sabang, sementara pantai wisata Iboih menjadi pintu masuk ke Pulau Rubiah yang terkenal dengan keindahan bawah lautnya juga diserbu wisatawan,” kata Wali Kota Sabang Zulkifli H Adam.
Wali Kota menyebutkan, destinasi wisata Sabang sudah melekat di benak wisatawan, sehingga sebagian besar kunjungan masih terpusat di beberapa titik tujuan wisata seperti Tugu Kilo Keter Nol, Pantai Iboih, Pulau Rubiah, Sumur Tiga dan Panas Bumi Jaboi.
Dari catatan pengangkutan kapal penyeberangan Ulee Lheu Banda Aceh Sabag dan sebaliknya ratusan ribu wisatawan berkunjung ke Sabang pada libur panjang Lebaran Idul Fitri tahun ini., jelasnya.
Tugu Nol Kilo Meter, Ikon Sabang yang Selalu menarik dikunjungi wisatawan domestik umumnya datang untuk berswafoto di Tugu Kilo Meter Nol dan menikmati pantai, sedangkan wisatawan mancanegara lebih banyak menghabiskan waktu di Gampong Iboih untuk snorkeling maupun diving.
“Sabang memiliki banyak potensi seperti wisata sejarah, budaya, hingga kuliner. Kalau kunjungan bisa tersebar, dampak ekonominya tentu lebih merata ke masyarakat,” jelasnya.
HUT Kota Sabang Kota Sabang Dapat Menarik Wisatawan
Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Sabang yang selalu diperingati pada 26 Juni setiap tahunnya, adalah sebuah momen sakral bagi daerah. Setiap pelaksanaannya dipadukan dengan berbagai macam atraksi budaya.
Hal tersebut sebagai pengingat jalan panjang yang sudah dilewati sejauh mana perkembangan kota yang sebelumnya pernah menjadi pusat perdagangan bebas kini berubah menjadi kota tujuan wisata.
Tentunya capaian tersebut bukan sekadar pengantar seremonial kini menjadi penanda penting tentang transformasi sebuah kota kecil di ujung barat Sumatera Indonesia yang kini tak hanya menawarkan pesona alam, tetapi juga bentangan budaya yang sarat nilai dan cerita.
Selama lebih dari satu dekade terakhir, Sabang menjelma menjadi kanvas yang memesona dalam promosi pariwisata nasional. Goresannya datang dari strategi jitu Pemerintah Kota Sabang yang tak hanya menampilkan alam sebagai destinasi, tetapi juga budaya sebagai jiwa dari setiap kunjungan.
Tidak berlebihan jika dikatakan Sabang tak sekadar dikunjungi tetapi dirindukan bagi siapapun wisatawan yang pernah datang ke Sabang.
Sebagai salah satu kota tertua di Aceh, Sabang memiliki sejarah panjang sebagai pelabuhan niaga. Namun arah sejarah kini berubah Sabang lewat pariwisatanya menjadi mesin pertumbuhan ekinomi baru didorong oleh semangat pelestarian alam dan budaya.
Pada HUT Kota Sabang terlihat wisatawan luar negeri turut ikut prosesi masak kuah Beulangong di Kota Sabang, dan refleksi paling kuat dari perubahan ini tampak jelas dalam perayaan ulang tahun Kota Sabang yang kini bukan hanya milik pemerintah tetapi dirayakan bersama oleh warga, pelaku UMKM, seniman lokal, hingga komunitas kreatif.
Salah satu momentum paling berkesan adalah saat Pemerintah Kota Sabang menggelar dua event budaya besar yakni, Festival Khanduri Laot dan Lomba Masak Kuah Beulangong. Dua perayaan ini menjadi titik temu antara adat dan pariwisata.
Pada Libur Lebaran 2026 Wisatawan Yang Berkunjung ke Sabang Capai 90 Persen
Penumpang kapal Banda Acah Sabang dan sebaliknya selama libur panjang Idul Fitri 2026, wisatawan menuju Sabang melalui Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue, Banda Aceh mengalami lonjakan signifikan
Menurut data dari UPTD Penyelenggaraan Pelabuhan Penyeberangan Wilayah I Aceh, terjadi peningkatan jumlah penumpang mencapai 90 persen dibandingkan hari biasa.
Kondisi tersebut sudah terlihat sejak memasuki liburan panjang Idul Fitri bahkan diperkirakan meningkat wisatawan hingga 90 persen. Sehingga kapal penyeberangan yang melayani pelayaran Banda Aceh Sabang harus menambah trip regulernya.

Lonjakan penumpang dipicu oleh momentum libur panjang Lebaran Idul Fitri 2026. Penumpang yang datang tidak hanya dari wilayah Aceh, tetapi juga dari luar daerah seperti Sumatera Utara, Riau, dan Jambi termasuk pulau jawa.
Sebagai respons terhadap peningkatan tersebut, pihak pelabuhan bersama PT ASDP menambah jadwal pelayaran kapal RoRo dan kapal cepat menambah trip setiap hari selama libur.









