Forumrakyat.co.id |Aceh Barat : Di tengah kehidupan yang semakin cepat dan penuh tuntutan, ketika banyak orang tampak kuat di luar namun menyimpan kelelahan di dalam, sebuah majelis sederhana di kawasan Kopiah Teuku Umar, Batu Putih, Meulaboh, menghadirkan suasana yang menenangkan.
Pada Ahad, 5 April 2026, Akademi Kehidupan Qur’ani (AKQ) secara resmi membuka program Pengajian Beut Droe. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pembelajaran membaca Al-Qur’an, tetapi juga mengajak jamaah untuk kembali memahami makna kehidupan melalui pendekatan hati dan tadabbur ayat-ayat suci.
Acara dibuka dengan sambutan menyentuh dari Bunda Imarah AKQ, Supiani. Dalam penyampaiannya, ia mengajak para jamaah untuk jujur terhadap diri sendiri, terutama dalam menyikapi kondisi hati di tengah kesibukan hidup.
“Beut Droe hadir bukan untuk membuat kita terlihat lebih baik, tetapi untuk mengajak kita perlahan kembali melihat diri sendiri. Karena siapa yang mengenal dirinya, akan mulai mengenal Tuhannya,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa setiap orang datang dengan latar belakang dan cerita berbeda, namun memiliki satu tujuan yang sama, yakni mencari ketenangan batin.
Suasana semakin khidmat saat Bunda Insyirah Khadijah, S.P. membawakan Hymne AKQ. Lantunan lirik yang menyentuh membuat sebagian jamaah terdiam, bahkan menunduk haru, meresapi makna yang disampaikan.
Pengajian kemudian dimulai dengan tadabbur ayat pembuka, “Bismillahirrahmanirrahim”. Dalam sesi ini, jamaah diajak menyadari bahwa di balik berbagai kesulitan hidup, terdapat kasih sayang Allah yang senantiasa menyertai.
Selanjutnya, tadabbur Surat An-Nas menjadi salah satu bagian yang paling menggugah. Jamaah diajak memahami bahwa kelelahan yang dirasakan tidak selalu berasal dari kondisi luar, melainkan seringkali dari pikiran sendiri—berupa bisikan-bisikan negatif yang menjauhkan dari ketenangan dan keyakinan kepada Allah.
Di penghujung acara, disampaikan pesan mendalam bahwa esensi dari Al-Qur’an bukan sekadar dibaca atau dihafal, tetapi bagaimana nilai-nilainya tercermin dalam akhlak sehari-hari.
Pengajian Beut Droe ini juga menghadirkan suasana yang inklusif dan tidak menghakimi. Tidak ada paksaan dalam perubahan, melainkan ruang yang terbuka bagi setiap individu untuk introspeksi, kembali, dan memulai perjalanan perbaikan diri secara perlahan.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa setiap manusia berada dalam proses perjalanan hidup. Bukan kesempurnaan yang menjadi tujuan utama, melainkan hati yang tenang dan dekat dengan Allah.
Program Pengajian Beut Droe AKQ diharapkan dapat menjadi wadah pembinaan spiritual bagi masyarakat, khususnya di Meulaboh, dalam menghadapi dinamika kehidupan modern dengan lebih tenang dan penuh makna.
( Zaini Dahlan / forum rakyat )
Beut Droe AKQ di Meulaboh, Hadirkan Ruang Menenangkan Hati






