Islamabad, FR – Upaya diplomasi antara Iran dan Amerika Serikat kembali menemui jalan buntu. Setelah lebih dari 21 jam perundingan maraton di ibu kota Pakistan, kedua negara gagal mengunci kesepakatan.
Pemerintah Iran melalui Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Esmaeil Baqaei, mengungkapkan bahwa dialog sebenarnya menghasilkan kemajuan di sejumlah aspek. Namun, perbedaan tajam pada beberapa isu kunci membuat hasil akhir tak kunjung tercapai.
Baqaei menyebut putaran kali ini sebagai salah satu negosiasi terpanjang dalam periode terakhir, dengan durasi yang bahkan disebut mendekati 25 jam. Intensitas tinggi pembahasan mencerminkan kompleksitas persoalan yang dihadapi kedua pihak.
Menurutnya, perundingan berlangsung dalam atmosfer penuh kehati-hatian dan minim kepercayaan, terutama setelah ketegangan yang terjadi sebelumnya. Sejumlah topik sensitif, termasuk kawasan strategis seperti Selat Hormuz, turut menjadi bagian dari agenda diskusi.
“Dengan kondisi seperti ini, sulit mengharapkan adanya kesepakatan menyeluruh dalam satu putaran,” ujarnya.
Meski berakhir tanpa hasil konkret, Iran menegaskan bahwa jalur komunikasi tidak terputus. Diplomasi, kata Baqaei, tetap menjadi instrumen utama dalam memperjuangkan kepentingan nasional.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada Pakistan atas perannya sebagai fasilitator pertemuan. Ke depan, kontak antar pihak disebut akan terus berlanjut guna membuka peluang dialog berikutnya.
Kegagalan ini kembali menegaskan rumitnya relasi Iran-AS, sekaligus menunjukkan bahwa ruang negosiasi masih ada, meski dibayangi perbedaan mendasar yang belum terjembatani. (Red)






