Sabang, FR| Menjelajahi Pulau Weh memang selalu menghadirkan pengalaman yang sulit dilupakan. Setelah puas bermain paddleboard di laut yang jernih, menikmati panorama Pantai Iboih, atau berfoto di Tugu Kilometer Nol Indonesia, ada satu hal lagi yang wajib masuk dalam daftar perjalanan wisatawan: mencicipi Cokbang, cokelat khas Sabang yang sudah menjadi ikon rasa di ujung barat Indonesia.
Bagi masyarakat lokal maupun wisatawan, Cokbang bukan sekadar oleh-oleh biasa. Produk ini telah menjelma menjadi identitas kuliner khas Kota Sabang. Bahkan, banyak yang menyebut perjalanan ke Sabang belum lengkap jika belum membawa pulang manisnya cokelat lokal ini.

Berbeda dari cokelat pabrikan pada umumnya, Cokbang hadir dengan sentuhan lokal yang kuat. Seluruh biji kakao yang digunakan berasal 100 persen dari petani cokelat Sabang tanpa mengambil pasokan dari luar daerah. Kakao pilihan ini berasal dari kebun-kebun yang tumbuh di sepanjang jalur menuju Kilometer Nol.
Menariknya, biji kakao yang dipilih memiliki karakteristik lonjong memanjang dengan ukuran sedang hingga besar. Kandungan cocoa yang tinggi menciptakan cita rasa khas berupa perpaduan manis, asam, dan pahit alami yang lembut, tanpa rasa pahit berlebihan. Karakter rasa inilah yang membuat Cokbang juga digemari wisatawan mancanegara.
Begitu memasuki store Cokbang, pengunjung langsung disambut aroma kakao yang khas dan menenangkan. Interiornya yang hangat dengan sentuhan estetik membuat suasana semakin nyaman, cocok untuk beristirahat sejenak setelah seharian berkeliling Sabang.
Di sini, cokelat tidak hanya hadir dalam bentuk batangan, tetapi juga tersedia dalam berbagai varian menarik seperti tambahan oats, minuman teh cokelat, hingga cokelat dengan biji kakao utuh atau choco nib’s. Harga yang ditawarkan pun cukup ramah di kantong, mulai dari Rp20 ribuan saja.
Bagi para pemburu konten media sosial, kemasan Cokbang juga sangat menarik untuk diabadikan. Desain modern yang tetap mengangkat nuansa lokal membuat produk ini tampil elegan dan “Instagrammable”, apalagi jika dipadukan dengan latar laut biru khas Sabang.
Pilihan rasanya pun sangat beragam, mulai dari dark chocolate pekat, perpaduan almond, mete, kismis, hingga berbagai inovasi rasa baru yang terus dikembangkan. Selain praktis sebagai oleh-oleh, ukurannya yang ringkas membuatnya mudah dibawa tanpa memakan banyak tempat di koper.
Menariknya lagi, seluruh proses produksi dilakukan langsung di lokasi store. Mulai dari pemetikan buah kakao, proses pengeringan, fermentasi, penggongsengan, penghalusan, hingga pemisahan cokelat dari kulit biji, semuanya dilakukan secara mandiri. Hal ini menjadikan Cokbang sebagai produk lokal yang benar-benar otentik.
Tak hanya berbelanja, wisatawan juga bisa mengikuti kelas membuat cokelat yang disediakan. Dalam kelas ini, pengunjung dapat belajar langsung proses pembuatan cokelat sekaligus membawa pulang hasil kreasi mereka sendiri.
Store Cokbang sendiri berada di Gampong Aneuk Laot, Kecamatan Sukakarya, sekitar 3,7 kilometer atau hanya 8 menit dari pusat Kota Sabang. Lokasinya mudah ditemukan karena berada tepat di pinggir jalan dengan bangunan khas berwarna perpaduan cokelat muda dan cokelat tua.

Duta Wisata Sabang, Humaira, mengatakan Cokbang menjadi pilihan terbaik untuk oleh-oleh khas Sabang karena ekonomis, praktis, dan disukai semua kalangan usia.
“Rasanya benar-benar belum ke Sabang kalau belum ke Cokbang,” ujarnya.
Jadi, saat berkunjung ke Sabang, jangan hanya menikmati laut dan panoramanya. Sisihkan waktu untuk singgah di Cokbang dan rasakan sendiri manisnya cokelat khas dari ujung barat Indonesia. Karena pada akhirnya, kenangan tentang Sabang bukan hanya soal apa yang dilihat mata, tetapi juga tentang rasa yang tertinggal di lidah. (Adv)










