Forumrakyat.co.id – Perjalanan ke sebuah destinasi wisata kerap terasa belum lengkap tanpa membawa pulang cenderamata. Lebih dari sekadar barang, souvenir menjadi pengikat kenangan—pengingat akan pengalaman yang pernah dirasakan. Di Pulau Weh, semangat tersebut diterjemahkan secara kreatif oleh para pengrajin lokal yang menghadirkan produk dengan identitas kuat dan sentuhan personal.
Selama ini, fenomena souvenir seragam masih kerap ditemui di berbagai destinasi. Produk seperti gantungan kunci atau gelang sering kali hanya dibedakan oleh nama daerah, tanpa mencerminkan karakter lokal yang sesungguhnya. Di Sabang, kondisi ini justru menjadi pemicu lahirnya inovasi baru, terutama dari kalangan kreatif muda yang ingin menghadirkan sesuatu yang lebih autentik.
Salah satu inisiatif tersebut hadir melalui brand lokal Casel—akronim dari “Cantik Sekali”. Brand ini menawarkan berbagai produk seperti gantungan kunci, gelang kerang, hingga aksesori manik-manik yang terinspirasi langsung dari keindahan laut Sabang. Setiap desain dirancang untuk merepresentasikan biota laut dan nuansa pesisir yang menjadi ciri khas daerah ini.

Menurut pengelolanya, setiap produk tidak hanya dibuat untuk menarik secara visual, tetapi juga membawa cerita. Unsur laut menjadi inspirasi utama, sehingga setiap item yang dibeli wisatawan terasa lebih dekat dengan pengalaman mereka selama berada di Sabang.
Pendekatan ini dinilai menjadi nilai tambah dalam pengembangan wisata kreatif. Humaira menyebut bahwa inovasi souvenir seperti ini mampu menghadirkan pengalaman yang lebih berkesan bagi wisatawan.
“Souvenir bukan hanya benda, tetapi cara untuk membawa pulang cerita. Produk kreatif seperti ini mampu mengemas keindahan laut Sabang dalam bentuk yang sederhana namun bermakna,” ujarnya.
Selain konsep yang kuat, produk-produk ini juga terjangkau. Dengan harga mulai dari Rp15.000, wisatawan sudah dapat membawa pulang cenderamata yang unik dan personal. Ketersediaannya pun cukup mudah ditemukan di berbagai titik wisata di Sabang, menjadikannya pilihan menarik bagi para pelancong.
Kehadiran karya seperti Casel menunjukkan bahwa kreativitas lokal memiliki peran penting dalam memperkuat identitas destinasi. Lebih dari sekadar oleh-oleh, souvenir ini menjadi medium untuk memperkenalkan Sabang melalui cara yang berbeda—lebih dekat, lebih personal, dan lebih bermakna.
Pada akhirnya, membawa pulang cenderamata dari Pulau Weh bukan hanya soal barang yang dibeli, tetapi tentang membawa pulang sepotong cerita dari pesisir yang akan terus dikenang. (Adv)








