Forumrakyat.co.id – Di tengah dinamika Kota Sabang yang hidup dengan denyut wisata bahari, berdiri sebuah ruang yang menawarkan ketenangan berbeda. Masjid Agung Babussalam bukan sekadar tempat ibadah, melainkan destinasi wisata religi yang menghadirkan suasana teduh bagi siapa saja yang singgah di ujung barat Indonesia.
Bagi para pelancong yang menjelajahi Pulau Weh, masjid ini kerap menjadi persinggahan untuk sejenak beristirahat dari perjalanan. Letaknya yang strategis di pusat kota menjadikannya mudah diakses, sekaligus menghadirkan kontras menarik antara hiruk-pikuk aktivitas luar dan ketenangan yang terasa begitu memasuki kawasan masjid.
Daya tarik masjid ini sudah terasa sejak pandangan pertama. Pintu-pintu besar dengan ukiran detail menyambut pengunjung dengan sentuhan seni yang halus. Setiap elemen tampak dirancang dengan perhatian terhadap estetika, menghadirkan kesan hangat sekaligus megah.
Memasuki pelataran, kubah-kubah besar langsung mencuri perhatian. Perpaduan warna hijau pada kubah pendamping dan nuansa perunggu pada kubah utama berpadu harmonis dengan langit Sabang yang cerah. Arsitekturnya menggabungkan unsur modern dengan sentuhan lokal, menghadirkan karakter yang kuat sekaligus bersahaja.
Begitu melangkah ke dalam, suasana berubah menjadi lebih sejuk dan hening. Lantai marmer yang dingin serta pencahayaan alami dari ventilasi menghadirkan kenyamanan yang menenangkan. Interior masjid dirancang untuk menciptakan kekhusyukan, dengan cahaya yang masuk perlahan, membentuk atmosfer yang lembut dan syahdu.
Bagi wisatawan, pengalaman berada di masjid ini tidak hanya sebatas beribadah. Ada ketenangan yang terasa dari setiap sudut, mulai dari lantunan ayat suci yang menggema hingga detail kaligrafi yang menghiasi dinding. Halamannya yang luas juga memberi ruang bagi pengunjung untuk beristirahat sejenak, menikmati suasana sebelum melanjutkan perjalanan.

Menurut Humaira, Masjid Agung Babussalam memiliki peran penting sebagai ruang singgah bagi wisatawan yang datang ke Sabang. Banyak pelancong yang menjadikannya tempat untuk memulihkan energi, terutama saat tiba menjelang waktu senja.
“Masjid ini menjadi tempat rehat sejenak bagi wisatawan untuk menikmati Sabang dari sisi yang lebih tenang sebelum melanjutkan perjalanan,” ujarnya.
Sebagai bagian dari kehidupan masyarakat, masjid ini juga mencerminkan nilai-nilai kebersamaan dan keramahan warga setempat. Pengunjung disambut dengan suasana yang hangat, menjadikannya bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga ruang interaksi yang penuh makna.
Menjelang Magrib, suasana di masjid terasa semakin khusyuk. Suara azan yang menggema berpadu dengan langit senja Sabang menciptakan momen reflektif yang sulit dilupakan. Di sinilah, Masjid Agung Babussalam menghadirkan pengalaman wisata religi yang tidak hanya menyentuh mata, tetapi juga menenangkan jiwa. (Adv)








