Miris! Puluhan Siswa SDN di Arongan Lambalek Belajar Tanpa Toilet Layak, Menunggu Uluran Tangan Pemerintah

oleh

Forumrakyat.co.id |Aceh Barat : Sebuah potret memilukan datang dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Desa Keub, Kecamatan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat. Hingga kini, sekolah tersebut belum pernah tersentuh rehabilitasi sejak pertama kali berdiri. Kondisinya semakin memprihatinkan setelah diterjang banjir bandang beberapa bulan lalu.

‎Toilet yang berada di setiap ruang kelas kini tidak lagi dapat digunakan. Lumpur dan tanah yang masuk ke dalam lubang closet membuat saluran mampet total. Upaya pembersihan yang sempat dilakukan dengan menyiram air justru tidak membuahkan hasil, air malah kembali meluap ke atas. Kondisi ini tentu sangat mengganggu kenyamanan dan kesehatan lingkungan belajar.

‎Tim Forum Rakyat yang menerima laporan dari wali murid langsung turun ke lokasi pada Jumat, 24 April 2026. Dari hasil pantauan, kondisi tersebut benar adanya—fasilitas dasar yang seharusnya menjadi kebutuhan utama siswa justru tidak dapat difungsikan.

‎“Anak-anak terpaksa menahan kebutuhan atau mencari tempat lain yang tidak layak. Ini sangat memprihatinkan,” ungkap salah satu tenaga pengajar dengan nada prihatin.

‎Kepala sekolah, Lindawati, S.Pd., saat dikonfirmasi membenarkan kondisi tersebut. Ia mengaku pihak sekolah sudah berulang kali mengajukan permohonan kepada dinas terkait untuk dilakukan rehabilitasi, namun hingga kini belum mendapat tanggapan.

‎“Bukan hanya toilet, plafon dan lantai juga sudah banyak yang rusak. Pagar sekolah mulai rapuh, cat dinding memudar, semuanya terdampak pasca banjir,” ujarnya.

‎Lebih jauh, Lindawati menyampaikan kekhawatirannya terhadap semangat belajar siswa. Dengan jumlah murid yang hampir mencapai seratus orang, ketiadaan fasilitas dasar seperti toilet dapat berdampak pada kenyamanan dan motivasi anak-anak untuk bersekolah.

‎“Kalau kondisi ini terus dibiarkan, kami khawatir anak-anak menjadi tidak betah belajar di sini. Sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman, bukan sebaliknya,” tambahnya dengan nada harap.

‎Tak hanya itu, rumah dinas guru yang dulunya menjadi penunjang aktivitas pendidikan kini juga terbengkalai dan berubah menjadi bangunan tua yang tak lagi layak huni.

‎Kisah ini bukan sekadar tentang bangunan yang rusak, tetapi tentang harapan anak-anak desa yang perlahan tergerus oleh keterbatasan. Di tengah semangat mereka menuntut ilmu, fasilitas yang minim justru menjadi penghalang.

‎Kini, harapan besar disematkan kepada pemerintah dan dinas terkait agar segera turun tangan. Karena di balik dinding-dinding yang mulai rapuh itu, ada mimpi-mimpi kecil yang layak diperjuangkan dan masa depan generasi yang tidak boleh diabaikan.

( Zaini Dahlan / forum rakyat )

No More Posts Available.

No more pages to load.