Festival Gampong Kuta Barat Kota Sabang Hadirkan Kapal Mabes Polri dan Pasar Rakyat

oleh
oleh
Pembukaan Festival Gampong Kuta Barat

SABANG FR – Pelaksanaan Festival Budaya dan UKM Gampong Kuta Barat, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang, menghadirikan Kapal Patroli KP. Wisanggeni-8005 serta berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Sabang, BPKS dan Perbankan.

Kehadiran Kapal Patroli Wisanggeni-8005 di bawah komando Mabes Polri dan dinahkodai oleh AKBP Capt. Nyoto Saptono, S.H., M.Si(Han)., M.Mar, menunjukkan bahwa Polri bersama masyarakat terus hidup berdampingan dimanapun berada.

Pembukaan Festival Gampong Kuta Barat yang bertemakan “Satu Gampong, Seribu Rasa, Sejuta Karya”. Dihadiri para pejabat yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dihadiri masingmasing.

Wali Kota Sabang diwakili, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Asisten II Rinaldi Syahputra, S.E., M.T Komandan Guskamla Koarmada I diwakili, Aslog dan Danguskamla Koarmada I, Kolonel Laut (T) Yohan Wilbert Moningka ,S.T., M.Tr.Hanla., M.M.

Selanjutnya juga dihadiri Komandan Lanal Sabang diwakili, Pgs. Pasops Lanal Sabang, Kapten Laut (P) Heri Purwanto, Komandan Kodim 0112 Sabang diwakili, Pasiops Kodim 0112 Sabang, Kapten Inf Dikdik Setiawan dan Komandan Lanud Maimun Saleh, Letkol Pnb Gatot Prasetyo Adjar B, M.Han.

Selain itu juga turut hadir Komandan Kapal Capt AKBP Nyoto, Kapolres Sabang, AKBP Sukoco, S.ST, MM, M.Mar, M.Tr.SOU, M.Han ;Dansatrad 101/Sabang, Letkol lek Henry Sitorus., Danlanudal Sabang Letkol Laut (P) Iwan Purwanto M.Tr.Opsla, Kafasharkan Sabang, Kolonel Laut (T) Sugeng S.T., M.T.

Juga hadir Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Aceh, Dedy Yuswadi, AP., Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Susethia, S.T., M.T dan Ketua PWI Kota Sabang Jalaluddin Zky.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang Harry Susethia, S.T, M.T dalam laporannya menyampaikan Festival Gampong Kuta Barat 2026. Pemerintah Kota Sabang melalui Dinas Pariwisata Kota Sabang kembali menggelar event Festival Gampong Kuta Barat 2026, dengan mengangkat tema:

“Satu Gampong, Seribu Rasa, Sejuta Karya”. Yang dilaksanakan di Dermaga CT1 BPKS Sabang pada hari Sabtu, 25 April 2026.

Sektor pariwisata saat ini sedang berkembang pesat. Oleh karena itu, pariwisata harus menjadi salah satu target utama dalam peningkatan ekonomi. Hampir di setiap daerah, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata mengalami peningkatan.

Gampong Kuta Barat memiliki potensi besar dibidang kuliner, seni budaya, serta kreativitas masyarakat yang perlu terus dikembangkan dan dipromosikan. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya terekspos secara luas.Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat menjadi wadah untuk:Mempromosikan potensi lokal,

Mendorong pertumbuhan UMKM,

Mempererat kebersamaan masyarakat,Menarik kunjungan wisatawan.Festival ini juga dikemas secara menarik dengan menghadirkan bazar UMKM, kegiatan makan bersama (khanduri kuah beulangong), pagelaran seni, serta pengalaman unik melalui open ship Kapal Wisanggeni 8005.

Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah: Melestarikan dan Mempromosikan Budaya Aceh Festival ini bertujuan mempertahankan dan mempromosikan budaya Aceh, khususnya tarian tradisional, musik, dan kuliner khas. Promosi Pariwisata

Menjadi sarana promosi wisata Kota Sabang guna meningkatkan kunjungan wisatawan dan pendapatan daerah.

Wisata Edukasi Memberikan edukasi maritim kepada masyarakat tentang peran Polairud dalam menjaga kedaulatan laut.Mengukuhkan Identitas Lokal Memperkuat identitas masyarakat Sabang melalui kebersamaan dalam merayakan keunikan daerah.

Sementara itu Wali Kota Sabang dalam pidatonya yang dibacakan Asisten II Rinaldi Syaputra, SE, MT menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat Gampong Kuta Barat.

Semangat, inisiatif, dan kolaborasi yang luar biasa dari warga telah membuat festival ini terwujud dengan meriah. Terima kasih pula kepada Dinas Pariwisata Kota Cabang serta seluruh pihak yang telah Berpartisipasi dan kebanggaan kita ini.

Memfasilitasi acara ini. Tema festival kita hari ini sangat luar biasa: “Satu gampong seribu rasa sejuta karya”. Tema ini merepresentasikan jiwa Gampong Kuta Barat.Dari 18 gampong yang ada di Sabang, semuanya memiliki potensi dan keunikan masing-masing. Namun, muara dari semua keunikan itu tentu harus berujung pada kemandirian ekonomi dan kreativitas masyarakat.

Para pejabat yang hadir

Gampong Kuta Barat ini istimewa. Letaknya persis di jantung Kota Sabang dan telah berkembang menjadi pusat keramaian sejak era kolonial, masa kejayaan pelabuhan bebas Sabang, hingga hari ini. Peninggalan sejarah tersebut tidak hanya berupa bangunan, tetapi hidup dalam kemajemukan masyarakatnya yang berasal dari berbagai latar suku dan etnis, serta berdiri kokoh lewat bangunan-bangunan bersejarah yang menjadi ciri khas kota kita.

Melalui festival ini, kita sedang menjawab tantangan nyata pariwisata Sabang ke depan. Kita harus mengubah mindset bahwa keberhasilan pariwisata bukan sekadar tentang angka atau seberapa banyak jumlah turis yang datang. Lebih dari itu, pariwisata yang kuat harus memiliki story (cerita) dan mampu meninggalkan kesan yang mendalam.

Jika kita hanya mengandalkan keindahan alam semata, wisatawan mungkin hanya datang sekali untuk berfoto.

Namun, jika heritage dan warisan sejarah terus diinovasikan, diperkaya dengan narasi budaya dan keramahtamahan serta UKM lokal, wisatawan akan merasa memiliki ikatan emosional. Sebuah cerita dan kesan yang membuat orang rindu dan ingin terus datang lagi dan lagi ke Sabang. Narasi sejarah ini sangat penting untuk kita gaungkan, agar generasi muda kita saat ini tidak mengalami “amnesia historis” akan kebesaran masa lalu kotanya.

Hadirin yang saya banggakan,

Melalui momen festival ini, kami mengajak masyarakat di sini harus mampu menjadi sales marketing bagi daerahnya sendiri. Kunci terpentingnya adalah berani memulai. Kita bisa belajar dari banyak desa wisata lain di Indonesia yang sudah maju dan mandiri hanya karena warganya berani mengambil langkah pertama. Percayalah, jika langkah sudah dimulai, konsekuensi positif secara ekonomi akan muncul dengan sendirinya.

Era sekarang adalah era persaingan sekaligus kemandirian. Kita tidak boleh lagi hanya berpangku tangan mengharapkan peran pemerintah semata. Justru, inisiatif dan peran lokal yang akan jauh lebih kuat dan berkelanjutan. Semangat kolaborasi ini harus terus dijaga dan diwariskan., tutup Wali Kota. (R).

No More Posts Available.

No more pages to load.