BOGOR, FR — Kecamatan Tenjolaya mencatatkan capaian tertinggi dalam penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Bogor selama periode Januari hingga Mei 2026. Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Bogor, tingkat penyaluran di wilayah tersebut mencapai 45,23 persen dari total alokasi yang tersedia.
Ketua Tim Pupuk dan Pestisida Bidang Sarana Pertanian Kabupaten Bogor, Dede Sopyandi, mengatakan terdapat empat kecamatan dengan realisasi penyaluran pupuk subsidi tertinggi hingga Mei 2026.
“Empat besar penyaluran pupuk bersubsidi tertinggi periode Januari sampai Mei 2026 menunjukkan kinerja distribusi yang cukup baik, baik dari sisi distributor maupun penyerapan oleh para petani,” ujar Dede Sopyandi.
Kecamatan Tenjolaya yang didistribusikan oleh Koperasi Jasa Gema Indonesia Maju (Kopgim) mencatat penyaluran sebesar 420,599 ton dari total alokasi 930 ribu ton, atau mencapai 45,23 persen.
Posisi kedua ditempati Kecamatan Leuwiliang dengan distributor PT Eunice Jaya Abadi (EJA). Wilayah tersebut berhasil menyalurkan 371,448 ton dari total alokasi 805,8 ribu ton, atau sebesar 41,47 persen.
Sementara itu, Kecamatan Cariu bersama distributor PT Esandi Bintang Perdana (EBP) berada di posisi ketiga dengan realisasi penyaluran mencapai 1,170 juta ton dari total alokasi 2,9 juta ton, atau sebesar 40,38 persen.
Adapun posisi keempat ditempati Kecamatan Sukajaya dengan distributor CV Setia Kaum Tani (SKT). Kecamatan ini mencatat penyaluran sebesar 436,543 ton dari total alokasi 1,141 juta ton, atau mencapai 39,97 persen.
Kepala Bidang Sarana Pertanian Kabupaten Bogor, Ruhendra, mengatakan tingginya realisasi penyaluran pupuk subsidi menunjukkan sinergi yang baik antara pemerintah, distributor, kios resmi, dan kelompok tani dalam menjaga ketahanan pangan daerah.
“Kolaborasi seluruh pihak menjadi faktor penting agar distribusi pupuk bersubsidi berjalan lancar dan tepat sasaran,” kata Ruhendra.
Sementara itu, perwakilan Pelaku Usaha Distribusi (PUD) HMU Kurniadi dari Kopgim berharap penyaluran pupuk bersubsidi dapat terus berjalan optimal sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani di Kabupaten Bogor. (R)







