BANDA ACEH, FR – Wakil Ketua III DPRA, Salihin, menegaskan pembahasan revisi Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) dan keberlanjutan dana Otonomi Khusus (Otsus) bukan sekadar agenda politik biasa. Menurutnya, pembahasan tersebut menyangkut arah masa depan Aceh.
Hal itu disampaikan Salihin usai mengikuti agenda pembahasan revisi UUPA dan Otsus di Jakarta. Ia ditemui wartawan setibanya di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Selasa (26/5/2026).
“Yang sedang diperjuangkan ini bukan hal kecil. Ini menyangkut bagaimana Aceh ke depan tetap punya kekuatan untuk membangun, bagaimana pembangunan terus berjalan, dan bagaimana masyarakat bisa merasakan manfaat yang lebih baik,” kata Salihin.
Ia menyebut, pembahasan di tingkat pusat menjadi momentum penting agar kepentingan Aceh tetap mendapat perhatian pemerintah pusat, terutama terkait keberlanjutan pembangunan dan penguatan posisi Aceh sebagai daerah bersifat khusus.
Informasi yang diperoleh, agenda pembahasan di Jakarta turut dihadiri Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Ketua DPRA Zulfadhli, sejumlah anggota DPRA, serta unsur Pemerintah Aceh lainnya.
Salihin menilai kehadiran seluruh unsur Aceh dalam pembahasan tersebut menunjukkan keseriusan bersama dalam memperjuangkan kepentingan daerah.
“Yang diperjuangkan ini bukan untuk hari ini saja, tetapi untuk masa depan Aceh. Kita ingin pembangunan tetap berjalan, kesempatan semakin terbuka, dan masyarakat merasakan kesejahteraan yang lebih baik,” ujarnya.
Ia juga meminta doa masyarakat Aceh agar seluruh ikhtiar yang sedang diperjuangkan mendapat hasil terbaik.
“Mohon doa seluruh rakyat Aceh. Mudah-mudahan apa yang sedang diperjuangkan ini membawa manfaat besar bagi daerah kita,” ucapnya.
Menurut Salihin, pembahasan revisi UUPA bukan hanya berkaitan dengan dana Otsus, tetapi juga menyangkut penguatan kewenangan Aceh di masa mendatang.
“Ini bukan hanya persoalan Otsus. Ada hal yang sama pentingnya, yakni bagaimana kewenangan Aceh tetap diperkuat dan dijaga. Karena pada akhirnya semua ini bermuara pada satu tujuan, yaitu memastikan Aceh bisa membangun lebih baik untuk rakyatnya,” tutupnya. (R)







