MEDAN, FR – Kepercayaan yang diberikan panitia kepada Barlian Erliadi untuk tampil sebagai pemateri dalam Talk Show Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Serikat Perusahaan Pers (SPS) di Riau menjadi pengakuan tersendiri atas kapasitas dan kiprahnya di dunia pers.
“Di tengah berkumpulnya para pelaku industri media di Riau,, SPS Aceh diminta jadi pemateri, mungkin panitia menilai SPS Aceh memiliki pengalaman dan perspektif yang relevan untuk mengulas dinamika pers yang terus berubah di era digital,” ungkap Plt Ketua SPS Aceh, Muktarrudin Usman dalam pesan WhatsApp kepada wartawan dari Kota Medan, Sabtu, 6 Juni 2026.
Penunjukan Barlian tidak hanya merepresentasikan SPS Aceh, tetapi juga mencerminkan kepercayaan terhadap sosok yang selama ini aktif mengikuti perkembangan industri media, baik di tingkat daerah maupun nasional. Dengan latar belakang pendidikan Sarjana Hukum (S.H.), Magister Administrasi Publik (M.A.P.), serta saat ini tercatat sebagai mahasiswa program Doktoral Universitas Riau, Barlian dinilai memiliki kombinasi pengalaman praktis dan wawasan akademik yang mampu memperkaya diskusi dalam forum tersebut.
“Saya siap menyampaikan perkembangan pers secara nasional, termasuk berbagai tantangan yang sedang dihadapi perusahaan pers di tengah perubahan teknologi dan pola konsumsi informasi masyarakat. Saya juga akan memaparkan kondisi serta perkembangan pers yang terjadi di Aceh,” kata Barlian menjelang keberangkatan ke Pekanbaru dari Kota Medan.
Menurutnya, dunia pers sedang berada pada fase transformasi yang menentukan. Perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan, hingga perubahan perilaku audiens menuntut perusahaan pers untuk beradaptasi secara cepat tanpa meninggalkan prinsip-prinsip dasar jurnalistik yang menjadi fondasi kepercayaan publik.
“Pers harus mampu bertransformasi mengikuti perkembangan zaman, namun tetap menjaga integritas, profesionalisme, dan akurasi. Kepercayaan publik adalah aset terbesar yang harus dipertahankan oleh setiap perusahaan pers,” ujarnya.
Kehadiran Barlian sebagai pemateri juga menunjukkan bahwa kontribusi insan pers daerah semakin diperhitungkan dalam percakapan nasional. Pengalaman Aceh dalam membangun ekosistem media yang tetap bertahan di tengah berbagai tantangan menjadi salah satu perspektif yang dinilai penting untuk dibagikan kepada peserta talk show.
Forum yang menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-80 SPS itu diharapkan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang bertukar gagasan mengenai masa depan industri pers Indonesia. Di tengah arus disrupsi yang terus bergerak cepat, dibutuhkan pemikiran yang mampu menjembatani idealisme jurnalistik dengan tuntutan inovasi dan keberlanjutan usaha media.
“Semoga forum ini melahirkan gagasan dan kolaborasi yang semakin memperkuat perusahaan pers Indonesia, khususnya media daerah, agar tetap menjadi pilar informasi yang kredibel dan terpercaya bagi masyarakat,” pungkas Barlian. (SF)







