SABANG, FR – PT Gas Aneuk Meugah (GAM) memastikan distribusi gas LPG untuk kebutuhan masyarakat Pulau Aceh dan Kota Sabang tetap berjalan normal meski kapal motor pengangkut LPG mengalami musibah tenggelam saat memasuki muara Kuala Kreung Aceh beberapa hari lalu.
Direktur PT Gas Aneuk Meugah, Munazar Ismail atau yang akrab disapa Toke Cicik, mengatakan pihaknya telah menyiapkan langkah darurat guna menjamin ketersediaan LPG bersubsidi maupun nonsubsidi bagi masyarakat.
“Pada saat musibah terjadi, kapal tersebut mengangkut LPG 3 kilogram bersubsidi serta LPG nonsubsidi ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram untuk kebutuhan masyarakat Sabang,” kata Munazar dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (9/6/2026).
Menurutnya, PT GAM segera menyewa kapal milik warga Pulau Aceh sebagai armada pengganti. Kapal tersebut selama ini melayani rute penyeberangan Pulau Aceh–Ulee Lheue, Banda Aceh, dan juga digunakan untuk mengangkut kebutuhan LPG bagi masyarakat Pulau Aceh.
“Kapal sewaan ini akan kami operasikan sekitar satu bulan sambil menunggu penyelesaian perbaikan satu unit kapal milik agen yang saat ini masih menjalani docking di kawasan Lampulo, Banda Aceh,” ujarnya.
Munazar mengimbau masyarakat Sabang agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying karena pasokan LPG tetap diupayakan tersedia sesuai kebutuhan.
Ia menjelaskan, proses pemuatan LPG ke kapal sewaan telah dilakukan di Pelabuhan Ulee Lheue pada Senin (8/6/2026) malam. Setelah seluruh muatan sesuai manifes terpenuhi, kapal akan langsung diberangkatkan menuju Sabang.
Untuk kebutuhan awal, PT GAM menyiapkan sekitar 1.350 tabung LPG 3 kilogram. Namun, sebagian pasokan masih menunggu kedatangan sekitar 230 tabung yang sebelumnya mengalami keterlambatan distribusi dari Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) di Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar.
Selain itu, perusahaan juga sedang menyelesaikan sejumlah administrasi terkait persetujuan pembelian kredit tabung dari Pertamina Regional I Medan agar distribusi dapat berjalan lancar.
“Kami mohon masyarakat bersabar. Kebutuhan LPG untuk Sabang akan segera kami realisasikan dan distribusikan secepatnya,” kata Munazar.
Ia menambahkan, proses pemuatan LPG ke kapal sewaan dilakukan dengan pengawasan ketat dari tim Syahbandar KSOP Malahayati, perwakilan PT Pertamina Patra Niaga Aceh, serta pihak agen pemilik barang guna memastikan aspek keselamatan dan kelancaran distribusi.
Munazar juga memastikan dirinya turut mendampingi proses pengiriman LPG ke Sabang sebagai bentuk tanggung jawab terhadap pelayanan kepada masyarakat.
Terkait meningkatnya biaya operasional akibat penggunaan sarana milik pihak lain, PT GAM mengaku terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mencari solusi terbaik agar distribusi LPG tetap berjalan tanpa mengganggu kebutuhan masyarakat.
“Kami terus berkomunikasi dengan pihak terkait dan masyarakat untuk mendapatkan solusi serta kebijakan yang dapat mendukung kelancaran penyaluran LPG ke Sabang,” pungkasnya. (R)







