SABANG, FR – Seorang taruna Politeknik Pelayaran Malahayati Kreung Raya, Kabupaten Aceh Besar, yang menjadi korban ledakan kapal feri KMP Aceh Hebat 2, meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh.
Korban diketahui bernama Fakhri Herdieco (19). Ia mengembuskan napas terakhir pada Sabtu (20/6/2026) malam setelah beberapa hari menjalani perawatan akibat luka bakar serius yang dideritanya.
Fakhri merupakan salah satu dari 15 korban luka bakar dalam peristiwa ledakan yang terjadi di ruang mesin KMP Aceh Hebat 2 saat kapal bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, pada 12 Juni 2026. Dalam insiden tersebut, korban yang mengalami luka terdiri atas kru kapal dan sejumlah taruna yang sedang menjalani praktik lapangan di atas kapal, termasuk Kepala Kamar Mesin (KKM).

General Manager PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Banda Aceh melalui Manajer Operasional, Juliansyah, membenarkan kabar duka tersebut.
“Benar, Bang. Baru selesai mengurus pemberangkatan jenazah ke Medan,” kata Juliansyah kepada wartawan, Sabtu malam.
Ia menjelaskan, sejak peristiwa ledakan terjadi, pihak ASDP terus mendampingi korban beserta keluarganya selama menjalani perawatan di RSUZA Banda Aceh. Selain itu, seluruh kebutuhan penanganan korban hingga proses pemulangan jenazah ke kampung halamannya di Kota Binjai, Sumatera Utara, turut difasilitasi oleh perusahaan.
“Kami telah melakukan berbagai usaha dan upaya sejak tragedi itu terjadi. Semua proses penanganan korban hingga pemulangan jenazah kami fasilitasi,” ujarnya.
Sebelumnya, ledakan di ruang mesin KMP Aceh Hebat 2 mengakibatkan 15 orang mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda. Mayoritas korban merupakan taruna Politeknik Pelayaran Malahayati yang sedang menjalani praktik lapangan di atas kapal.
Seluruh korban sempat menjalani perawatan intensif di RSUZA Banda Aceh. Sejumlah korban bahkan harus menjalani tindakan operasi dan perawatan khusus akibat luka bakar yang cukup serius.
Hingga saat ini, penyebab pasti ledakan di ruang mesin KMP Aceh Hebat 2 masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang. (R)







