Banda Aceh, FR – Suasana duka masih terasa di kediaman Kasmanuddin, pemilik Medialatahzan.id, di Banda Aceh, Minggu (22/6/2026), saat keluarga besar Serikat Perusahaan Pers (SPS) Aceh datang bertakziah atas wafatnya Malim Sunadin Bin Muhammad Arief (93 tahun), ayahanda beliau.
Diketahui, almarhum berpulang ke Rahmatullah pada Sabtu, 6 Juni 2026 sekitar pukul 10.00 WIB di Juadaru, Desa Nasreuhe, Kecamatan Salang, Kabupaten Simeulue, Aceh, dan telah dimakamkan di daerah tersebut. Kunjungan takziah ini dilakukan sekitar 16 hari setelah almarhum wafat, sebagai bentuk silaturahmi, doa bersama, dan penguatan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Rombongan SPS Aceh dipimpin Plt Ketua SPS Aceh, Muktarrudin Usman, bersama sejumlah pimpinan perusahaan pers anggota SPS Aceh, yakni Barlian Erliadi (Direktur Analisis), Said Saiful (Direktur Sinar Aceh), Tgk Husnan (Direktur Meunanews), Syahril (Direktur Habapublik), Chaidir (Direktur Portalssi), dan Kamaruddin (Direktur Acehreportase).
Setibanya di rumah duka, rombongan disambut langsung oleh Kasmanuddin dalam suasana tenang dan penuh kekeluargaan.
Kegiatan diawali dengan pembacaan tahlil dan doa bersama yang dipimpin oleh Tgk Husnan. Doa dipanjatkan agar almarhum diampuni segala dosa dan khilafnya, diterima amal ibadahnya, serta ditempatkan di sisi Allah SWT yang terbaik.
Usai doa bersama, Plt Ketua SPS Aceh, Muktarrudin Usman, menyampaikan sambutan belasungkawa mewakili keluarga besar SPS Aceh. Dalam suasana penuh haru, ia terlebih dahulu menyampaikan permohonan maaf karena baru pada kesempatan ini dapat hadir untuk bertakziah.
“Pertama-tama kami memohon maaf karena baru hari ini dapat datang bertakziah. Namun yakinlah, doa untuk almarhum tidak pernah terputus dari keluarga besar SPS Aceh sejak kabar duka itu kami terima,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kehadiran rombongan bukan sekadar formalitas organisasi, melainkan wujud ikatan persaudaraan dan kepedulian sesama insan pers yang telah terjalin erat selama ini.
“Di tengah duka ini, kami ingin hadir sebagai keluarga. Semoga kehadiran ini dapat sedikit menguatkan hati keluarga yang ditinggalkan,” tambahnya.
Muktarrudin juga mengingatkan bahwa kematian adalah kepastian yang akan dialami setiap manusia.
“Setiap yang bernyawa pasti akan kembali kepada Allah SWT. Ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk senantiasa menyiapkan amal terbaik sebagai bekal menuju kehidupan akhirat,” katanya.
Setelah sambutan Plt Ketua SPS Aceh, Kasmanuddin selaku tuan rumah dan perwakilan keluarga kemudian menyampaikan sambutan balasan. Ia mengungkapkan rasa haru dan terima kasih atas kehadiran serta doa dari keluarga besar SPS Aceh.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas kehadiran serta doa dari rekan-rekan SPS Aceh. Semoga semuanya menjadi amal kebaikan dan dibalas Allah SWT,” ujarnya.
Usai rangkaian sambutan, tuan rumah menjamu rombongan dengan hidangan makan dan minum yang telah disiapkan. Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, bincang-bincang ringan berlangsung sambil menikmati jamuan rumah duka, menjadi ruang kebersamaan yang menguatkan suasana duka.
Menjelang waktu Magrib, rombongan SPS Aceh mulai berpamitan untuk kembali ke kediaman masing-masing, diiringi doa bersama agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Kehadiran SPS Aceh dalam momen tersebut menjadi gambaran kuatnya ikatan kekeluargaan antarinsan pers, yang tidak hanya terjalin dalam aktivitas organisasi, tetapi juga dalam kepedulian kemanusiaan di saat duka. (R)







